Indonesia Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Begini Respons KOI
Jum'at, 11 Juni 2021 - 23:01 WIB
loading...
Indonesia Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Begini Respons KOI. Foto: IST
A
A
A
JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) akhirnya buka suara menyusul sikap Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mendukung Brisbane sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Menurut KOI, peluang belum tertutup karena keputusan mutlak baru dapat dipastikan dalam pemungutan suara oleh anggota IOC pada Sesi IOC ke-138 di Tokyo, 21 Juli 2021.
Dalam jumpa pers di markas besar IOC, Lausanne, Kamis (10/6) waktu Swiss atau Jumat (11/6) dini hari WIB, Presiden IOC Thomas Bach mengumumkan hasil rapat Dewan Eksekutif IOC, di antaranya penetapan 29 refugee athlete dari 12 cabang olahraga di 13 negara yang akan membawa pesan solidaritas di Olimpiade 2020 Tokyo, ketetapan protokol kesehatan mulai dari vaksinasi dan prosedur delegasi selama 14 hari setiba di Tokyo, hingga keputusan untuk membawa Brisbane dalam pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032.
Baca Juga: Ngotot Gelar Olimpiade, IOC Jadi Bulan-bulanan Netizen Jepang
Untuk poin terakhir, Bach menjelaskan keputusan diambil menyusul rekomendasi Komisi Tuan Rumah Olimpiade masa depan yang telah menetapkan Brisbane sebagai Preferred Host. Namun, Brisbane tidak serta merta langsung terpilih karena keputusan tersebut ada di tangan anggota IOC dalam pemilihan suara pada Sesi IOC ke-138 di Tokyo, 21 Juli 2021.
“Kami menghargai putusan IOC. Namun, sebagaimana penjelasan Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan dalam dialog terakhir menyebutkan bahwa posisi Brisbane menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 pun masih bisa gagal apabila tidak terpilih dalam voting. Saya atas nama NOC Indonesia dan INABCOG memastikan bahwa kami akan berjuang hingga akhir,” kata Presiden NOC Indonesia ex-officio Ketua Pelaksana INABCOG Raja Sapta Oktohari, Jumat (11/6).
Dalam jumpa pers di markas besar IOC, Lausanne, Kamis (10/6) waktu Swiss atau Jumat (11/6) dini hari WIB, Presiden IOC Thomas Bach mengumumkan hasil rapat Dewan Eksekutif IOC, di antaranya penetapan 29 refugee athlete dari 12 cabang olahraga di 13 negara yang akan membawa pesan solidaritas di Olimpiade 2020 Tokyo, ketetapan protokol kesehatan mulai dari vaksinasi dan prosedur delegasi selama 14 hari setiba di Tokyo, hingga keputusan untuk membawa Brisbane dalam pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032.
Baca Juga: Ngotot Gelar Olimpiade, IOC Jadi Bulan-bulanan Netizen Jepang
Untuk poin terakhir, Bach menjelaskan keputusan diambil menyusul rekomendasi Komisi Tuan Rumah Olimpiade masa depan yang telah menetapkan Brisbane sebagai Preferred Host. Namun, Brisbane tidak serta merta langsung terpilih karena keputusan tersebut ada di tangan anggota IOC dalam pemilihan suara pada Sesi IOC ke-138 di Tokyo, 21 Juli 2021.
“Kami menghargai putusan IOC. Namun, sebagaimana penjelasan Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan dalam dialog terakhir menyebutkan bahwa posisi Brisbane menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 pun masih bisa gagal apabila tidak terpilih dalam voting. Saya atas nama NOC Indonesia dan INABCOG memastikan bahwa kami akan berjuang hingga akhir,” kata Presiden NOC Indonesia ex-officio Ketua Pelaksana INABCOG Raja Sapta Oktohari, Jumat (11/6).
Lihat Juga :