Target Merah Putih di Olimpiade Bukan Lagi Medali, Ketum NOC Indonesia Puji Menpora
Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Dalam keterangan kepada media, Zainudin Amali mengatakan perubahan tolak ukur kesuksesan atlet tidak bertentangan dengan regulasi atau grand design keolahragaan nasional. Kata Amali, dalam grand design itu, tolak ukur kesuksesan kontingen atlet adalah melebihi prestasi olimpiade edisi sebelumnya.
"Kalau mengacu pada grand design olahraga nasional, di grand design tersebut sudah sangat jelas bahwa target harus lebih baik dari olimpiade sebelumnya," kata Zainudin Amali.
Sekadar informasi, pada edisi Olimpiade Rio 2016, Indonesia finis di peringkat ke-46. Saat itu, kontingen Merah Putih membawa pulang satu medali emas persembahan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari cabang bulu tangkis nomor ganda campuran. Serta dua medali perak masing-masing dari Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan di cabang angkat besi.
Menurut Zainudin Amali, saat ini masyarakat harus merubah cara berpikir tentang tolak ukur kesuksesan atlet. Bahwa sejak sekarang, kata Amali, sasarannya adalah Olimpiade; sedangkan SEA Games dan Asian Games adalah sasaran antara saja.
"Jadi kita perkuat ke olimpiade, sehingga jelas tahapanya. Tahun 2020 targetnya peringkat berapa, tahun 2024 targetnya peringkat berapa, tahun 2028 dan tahun 2032 berapa sampai 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045, yang olimpiadenya dilakukan pada tahun 2044. Jadi mindset kita harus sama dulu, bahwa sasarannya adalah olimpiade dan targetnya adalah peringkat," kata Menpora
![Target Merah Putih di Olimpiade Bukan Lagi Medali, Ketum NOC Indonesia Puji Menpora]()
"Kalau mengacu pada grand design olahraga nasional, di grand design tersebut sudah sangat jelas bahwa target harus lebih baik dari olimpiade sebelumnya," kata Zainudin Amali.
Sekadar informasi, pada edisi Olimpiade Rio 2016, Indonesia finis di peringkat ke-46. Saat itu, kontingen Merah Putih membawa pulang satu medali emas persembahan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari cabang bulu tangkis nomor ganda campuran. Serta dua medali perak masing-masing dari Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan di cabang angkat besi.
Menurut Zainudin Amali, saat ini masyarakat harus merubah cara berpikir tentang tolak ukur kesuksesan atlet. Bahwa sejak sekarang, kata Amali, sasarannya adalah Olimpiade; sedangkan SEA Games dan Asian Games adalah sasaran antara saja.
"Jadi kita perkuat ke olimpiade, sehingga jelas tahapanya. Tahun 2020 targetnya peringkat berapa, tahun 2024 targetnya peringkat berapa, tahun 2028 dan tahun 2032 berapa sampai 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045, yang olimpiadenya dilakukan pada tahun 2044. Jadi mindset kita harus sama dulu, bahwa sasarannya adalah olimpiade dan targetnya adalah peringkat," kata Menpora

(susanto)
Lihat Juga :