Tim Sepak Bola Putri Inggris Kampanyekan Anti Rasisme di Olimpiade Tokyo 2020
Sabtu, 17 Juli 2021 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, pelatih tim sepak bola putri Inggris, Hege Riise, mengatakan, berlutut yang akan dilakukan anak asuhnya serta staff merupakan bentuk kesadaran rasisme dan diskriminasi di sekitar. Dia juga mengaku, jika berlutut adalah cara paling damai untuk menunjukkan semua manusia sama rata tanpa ada rasis, diskriminasi dan ketidakadilan bahkan ketidaksetaraan.
"Para pemain dan staf telah bertekuk lutut di level klub dan internasional selama lebih dari setahun sekarang dan kami semua bersatu dalam keputusan kami untuk terus melakukan apa pun yang kami bisa untuk meningkatkan kesadaran rasisme dan diskriminasi di segala bentuknya, berdiri dalam persatuan dan solidaritas dengan semua orang yang hidupnya terpengaruh," jelas Riise.
BACA JUGA: Jalani Tes Medis, Brahim Diaz Susul Giroud ke Milan
"Kami jelas bahwa berlutut adalah simbol penting dari protes damai terhadap diskriminasi, ketidakadilan dan ketidaksetaraan di masyarakat,” pungkasnya.
"Para pemain dan staf telah bertekuk lutut di level klub dan internasional selama lebih dari setahun sekarang dan kami semua bersatu dalam keputusan kami untuk terus melakukan apa pun yang kami bisa untuk meningkatkan kesadaran rasisme dan diskriminasi di segala bentuknya, berdiri dalam persatuan dan solidaritas dengan semua orang yang hidupnya terpengaruh," jelas Riise.
BACA JUGA: Jalani Tes Medis, Brahim Diaz Susul Giroud ke Milan
"Kami jelas bahwa berlutut adalah simbol penting dari protes damai terhadap diskriminasi, ketidakadilan dan ketidaksetaraan di masyarakat,” pungkasnya.
(yov)
Lihat Juga :