Ismed Sofyan Kenang Momen Terbaik Selama Bela Persija Jakarta

loading...
Ismed Sofyan Kenang Momen Terbaik Selama Bela Persija Jakarta
Liga 1 masih tertunda akibat penyebaran pandemi Covid 19. Ini dimanfaatkan Ismed Sofyan untuk mengisahkan pengalamannya selama membela Persija Jakarta. Foto: persija.id
JAKARTA - Liga 1 masih tertunda akibat penyebaran pandemi Covid 19. Ini dimanfaatkan Ismed Sofyan untuk mengisahkan pengalamannya selama membela Persija Jakarta.

Baca Juga: Bawa Gendang Timba ke Olimpiade Tokyo 2020, Dani Alves Harap Brasil Beruntung

Sejak bergabung pada 2002, Ismed telah meraih sejumlah prestasi bersama Persija. Bek berusia 41 tahun itu pernah menjadi bagian skuad Macan Kemayoran kala meraih trofi Liga 1 2018 dan Piala Presiden di tahun sama.

Rangkaian catatan positif pada 2018, diakui Ismed, menjadi salah satu momen terbaiknya bersama Persija. Pasalnya, tim telah menunjukkan performa baik sejak awal hingga akhirnya juara di akhir kompetisi.

“Dari awal kompetisi kami sudah di papan atas, kalau tidak di peringkat kedua, ya, peringkat ketiga,” kata Ismed, dilaman resmi Persija.

Dari total 34 pertandingan, Persija kala itu mencatat 18 kemenangan, delapan hasil imbang, dan delapan kekalahan. Dalam lima pertandingan terakhir, Ismeddkk bahkan tidak pernah kehilangan poin.



“Saat itu, kondisi tim sangat solid. Kebersamaan antar pemain sangat terasa, tidak pernah berjarak,” ungkap Ismed. Namun, momen tiga tahun lalu itu bukan satu-satunya yang berkesan baginya.

Dia juga punya kenangan manis lain pada 2005, saat Persija mencapai final Divisi Utama dan partai puncak Piala Indonesia. Sayangnya, Persija gagal meraih trofi.

Dalam final Divisi Utama, Persija kalah lewat perpanjangan waktu dari Persipura Jayapura dengan skor 2-3. Sementara di final Piala Indonesia, mereka takluk 3-4 dari Arema Malang, lagi-lagi lewat babak perpanjangan waktu.

“Sebenarnya itu musim yang pahit karena kami punya kans juara di dua kompetisi yang finalnya dimainkan di Jakarta. Namun sayang gagal juara,” terang Ismed.



Lantas, kenapa Ismed memasukkan musim itu menjadi salah satu momen terbaiknya bersama tim ibu kota?

Baca Juga: Kisah Gianluigi Donnarumma: Debut Bersejarah, Dollarumma hingga Hero Italia

“Suasana tim saat itu sangat nyaman, baik di dalam maupun di luar lapangan. Meski gagal, setelah itu kami belajar dan semakin kompak sebagai sebuah tim,” pungkas Ismed.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top