Yusra Mardini, Atlet Pengungsi yang Berenang dari Suriah ke Jerman demi Selamatkan Diri

Rabu, 21 Juli 2021 - 23:58 WIB
loading...
Yusra Mardini, Atlet...
Perjuangan berat pernah dialami perenang asal Suriah, Yusra Mardini yang harus berenang ke Jerman untuk menyelamatkan diri. Dia terpaksa melarikan diri akibat perang. Foto: Skysport
A A A
TOKYO - Perjuanganberat pernahdialami perenang asal Suriah, Yusra Mardini yang harus berenang ke Jerman untuk menyelamatkan diri. Dia terpaksa melarikan diri dari negara kelahirannya setelah kehidupannya terancam akibat perang yang melanda.

Baca Juga: Gaya Cipok Lewandowski Bikin Menggoda

Saat ini, Mardini tercatat sebagai salah satu dalam daftar atlet pengungsi di Olimpiade Tokyo 2020 . Tapi, ini bukan yang pertama karena sebelumnya wanita berusia 23 tahun itu sudah pernah tampil di Olimpiade pada 2016. Stausnya pun sama, sebagai atlet pengungsi.

Meski demikian, Mardini tidak merasa berkecil hati dengan julukan sebagai pengungsi dari Suriah yang kini tinggal di Jerman. Dia justru merasa sangat bangga, karena lewat berenang dirinya berhasil selamat dari konflik berkepanjangan di Suriah.

“Berenang benar-benar menyelamatkan hidup saya dalam perjalanan ke Jerman dengan melarikan diri dari Suriah. Dan ketika sampai, berenang membantu saya membangun kembali hidup saya dari nol," kata Mardini.

"Perjalanan yang sulit, ilegal, orang-orang masih melakukannya dan sekarat di jalan,” lanjut perenang kelahiran Darayya, Damascus, ini dilansir dari Sky News.

Saat melarikan diri, Mardini harus berenang lewat lautan Mediterania dari Suriah menuju Jerman. Hal itu terpaksa dia lakukan karena perahu yang ditumpanginya untuk melarikan diri mengalami kebocoran. Bahkan sambil berenang, dia rela sambil menarik perahu bocor selama 3,5 jam.

Seiring berjalannya waktu, Mardini akhirnya merasa tidak suka dengan cemooh status pengungsi. Dia menganggap para pengungsi membutuhkan perlindungan, seperti halnya tempat yang aman. Bahkan hingga tampil ke Olimpiade merupakan kesuksesan tersendiri sebagai atlet pengungsi.

"Cara saya dibesarkan di Suriah, lalu menjadi pengungsi adalah hal yang buruk. Saya tidak suka kata-kata itu. Tapi kemudian saya berpikiran seperti ‘pengungsi berarti orang yang mencari perlindungan, tempat di mana mereka ingin tetap aman' dan tidak ada yang salah dengan itu,” ucapnya.

"Melarikan diri dari negara Anda secara paksa adalah untuk menemukan tempat aman, memiliki masa depan yang lebih baik dan memikirkan anak-anak Anda sekarang. Bahkan untuk berpikir tentang membangun keluarga yang bahagia, rumah kecil dengan taman. Tidak ada yang salah dengan itu,” sambung Mardini.

Baca Juga: Sandal Jepit dan Kesederhanaan Messi

Seperti pada Olimpiade 2016, Mardini akan turun di nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Jika menilik pada hasil di Olimpiade Rio, Mardini langsung terhenti di babak penyisihan.

Yusra Mardini, Atlet Pengungsi yang Berenang dari Suriah ke Jerman demi Selamatkan Diri

Foto: Sky
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenapa Direktur FBI...
Kenapa Direktur FBI Terlibat di Ruang Ganti Tim Hoki AS saat Olimpiade Musim Dingin 2026?
Viral, Atlet Putri Belanda...
Viral, Atlet Putri Belanda Pamer Bra saat Menang Olimpiade Musim Dingin 2026
Tatap Olimpiade Los...
Tatap Olimpiade Los Angeles 2028: PBSI Terima Dukungan Gymnasium dan Sport Science
5 Pesta Olahraga Dunia...
5 Pesta Olahraga Dunia yang Pernah Diboikot: Olimpiade hingga Piala Afrika!
Magnet Layar Kaca: 5...
Magnet Layar Kaca: 5 Hajatan Olahraga Paling Banyak Ditonton dalam Sejarah
Diplomasi Berhasil,...
Diplomasi Berhasil, Rizki dan Rahmat Tak Saling Sikut di Olimpiade LA 2028
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
Special Bola
Belanda Pecahkan Rekor...
Bola Dunia
Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1
Hajar Tunisia 4-0, Timnas...
Bola Dunia
Hajar Tunisia 4-0, Timnas Jepang Catatkan Kemenangan Terbesar Wakil Asia di Piala Dunia
3 Negara yang Sudah...
Bola Dunia
3 Negara yang Sudah Dipastikan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Nomor 1 Timnas Jerman!
Rekomendasi
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Berita Terkini
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
3 Turnamen Sepak Bola...
3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus
Lahirkan Calon Juara...
Lahirkan Calon Juara Dunia, PB Pertacami Fokuskan Atlet MMA Ikut 4 Kompetisi Bergengsi
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved