alexametrics

Jadwal Pertandingan Liga Primer Padat, Klub Cemas Pemainnya Cidera

loading...
Jadwal Pertandingan Liga Primer Padat, Klub Cemas Pemainnya Cidera
Foto/Istimewa
A+ A-
LIVERPOOL - Rencana restart project yang digaungkan Liga Primer untuk menyelesaikan musim ini menemui tantangan. Selain berjuang mengatasi pandemi Covid-19, klub-klub cemas para pemainnya mengalami cedera lantaran jadwal pertandingan padat.

Kepala Eksekutif Liga Primer Richard Masters percaya diri kompetisi bisa digelar kembali pada 20 Juni. Mereka harus mempersiapkan waktu antara Liga dan Piala FA sebelum musim 2020/2021 dimulai pada akhir Agustus atau awal September.

Hal tersebut jelas membuat klub gundah. Sebagai contoh, Manchester City (Man City) dapat menghadapi 13 pertandingan dalam 49 hari. The Citizens telah memainkan satu pertandingan lebih sedikit daripada mayoritas klub Liga Primer. Tapi, angka-angka ini tidak memperhitungkan penyelesaian Liga Champions yang berpotensi menambah empat pertandingan lagi jika mereka mencapai final. (Baca: Madrid Saingi Newcastle untuk Datangkan Gelandang Muda Ajax)



Berdasarkan penelitian yang dilakukan platform intelijen buatan Zone7, yang berspesialisasi dalam peramalan risiko cedera dan bekerja dengan 35 tim sepak bola profesional di seluruh dunia, menunjukkan bermain delapan pertandingan dalam periode 30 hari meningkatkan insiden cedera sebesar 25%.

Jutaan titik data diambil dari teknologi yang dapat dipakai melacak beban kerja dari pelatihan dan pertandingan, riwayat cedera pemain, tes kebugaran, dan bahkan pola tidur untuk menghasilkan perkiraan risiko harian.

Data historis digunakan untuk mendeteksi pola data yang mendahului cedera dan waspada ketika pola data tersebut muncul dan membantu mencegah cedera sebelum terjadi. Dari sini, tim diberikan ramalan risiko dan mereka tidak hanya dapat mengidentifikasi jenis cedera yang bisa dialami pemain tertentu jika mereka dianggap "berisiko tinggi".

Modifikasi dapat dilakukan terhadap jadwal latihan yang dipesan khusus pemain untuk menghindari cedera yang terjadi. Zone7 menyatakan dapat memberikan peringatan yang akurat dan tepat waktu untuk 75% cedera. Itu lebih tinggi bila dibandingkan dengan bermain empat hingga lima pertandingan dalam jangka waktu yang sama.

Delapan pertandingan dalam 30 hari mungkin terlihat seperti biasa, tapi hanya 4% pemain dalam satu musim yang dikenakan serangkaian permainan. Bukan hanya padatnya jadwal pertandingan yang menimbulkan kekhawatiran, tapi waktu yang disediakan tim untuk beralih dari individu, pelatihan jarak ke pelatihan kelompok intensitas tinggi, sesuatu yang membuat bos Watford Nigel Pearson dan Pelatih Newcastle United Steve Bruce cemas. (Baca: Bersiap New Normal)

Liga Primer tentu harus berkaca pada Bundesliga Jerman. Diberikan lampu hijau memulai kembali kompetisi pada 7 Mei, hanya sembilan hari sebelum pertandingan pertama dimulai, delapan pemain mengalami cedera dalam enam pertandingan pada 16 Mei. Sebuah angka yang jauh di atas normal.

Ketika memeriksa data dari 11 tim profesional divisi teratas dari dua musim terakhir, Zone7 menemukan bahwa ketika periode persiapan lebih pendek, karena turnamen internasional atau masuk ke kompetisi Eropa, 75% tim memiliki prevalensi cedera yang lebih tinggi di babak pertama musim jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki lebih banyak waktu perencanaan.

Karena itu, Flaminia Ronca, ahli fisiologi olahraga di Institute of Sport, Exercise and Health, bagian dari University College London, yang kerap menangani para pemain Liga Primer meminta semua pihak waspada. Ronca mengingatkan risiko kesehatan apa yang mungkin mereka hadapi ketika Liga Primer kembali bergulir.

Ronca mengatakan ada kemungkinan para pemain telah kehilangan hingga 15% dari kebugaran mereka. Padahal, itu sangat dibutuhkan pemain sebelum kompetisi dimulai. “Saya pikir ini benar-benar di mana ilmu pelatihan menjadi sangat penting. Pelatih harus sangat kreatif dan menggabungkan metode pelatihan yang paling efektif dengan metode pencegahan cedera teraman. Semua terkondensasi ke dalam kerangka waktu yang sangat ketat seperti saat ini," ujar Ronca, dilansir BBC. (Baca juga: Makan Gaji BUta di 2020, Alex Marquez Khawatir Didepak Honda)

Terlepas dari kekhawatiran cedera, antusiasme para pemain terkait restart project Liga Primer tetap tinggi, salah satunya kapten Liverpool Jordan Handerson. Dia mengungkapkan seluruh pemain The Reds sangat senang bisa kembali berlatih mulai pekan lalu. (Alimansyah)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak