Petra Kvitova Ogah Bertanding Tanpa Penonton
Kamis, 28 Mei 2020 - 13:29 WIB
loading...
Petra Kvitova. Foto/WTA Tennis
A
A
A
PRAHA - Dunia olahraga perlahan mulai membuka diri di tengah pandemi virus corona. Ada berbagai cara yang dilakukan agar turnamen bisa terlaksana, termasuk digelar tanpa penonton. Sayang, hal itu ternyata tidak banyak disukai para petenis top, salah satunya Petra Kvitova.
Petenis asal Republik Ceko itu sangat menentang jika harus bermain tanpa penonton ketika tampil di sebuah turnamen, terutama sekelas Grand Slam. Kvitova bahkan lebih memilih Grand Slam tidak digelar. Wacana ini sebelumnya sudah ditentang Roger Federer terkait ide Roland Garros (venue Prancis Terbuka) atau Flushing Meadows (venue Amerika Serikat Terbuka) yang dikosongkan akibat virus yang biasa disebut Covid-19 tersebut.
“Saya memiliki batas waktu dan tentu ingin melakoni Grand Slam lain. Tapi, jika seperti itu (tanpa penonton), saya lebih baik membatalkan. Melakoni Grand Slam adalah hal terhebat dan penonton adalah energi kami. Tidak terlihat baik bagi saya dan Grand Slam tidak layak mendapatkannya,” kata Kvitova, dilansir tennisworld.
Para petinggi organisasi tenis, ATP, WTA, dan ITF saat ini masih membicarakan kapan turnamen cukup aman untuk dilanjutkan kembali setelah ditangguhkan sejak Maret lalu akibat pandemi Covid-19. Saat ini, semua Turnamen WTA telah ditangguhkan atau dibatalkan setidaknya sampai 20 Juli mendatang. (Baca: Sederet Bintang Tenis Dunia Comeback Bulan Depan)
Sementara Prancis Terbuka musim ini telah dipindahkan pada dari 24 Mei-7 Juni menjadi 20 September-4 Oktober. Bahkan, Wimbledon untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II telah dibatalkan.
Mengenai nasib Wimbledon, Kvitova mengaku sedih atas keputusan pembatalan salah satu turnamen favoritnya itu. Apalagi, dia memiliki kenangan yang bagus dengan berhasil meraih dua gelar pada 2011 dan 2014.
“Semua turnamen telah dibatalkan dan berita tentang Wimbledon adalah berita yang paling membuat saya kesal. Saya tidak mengatakan menangis ketika mendengarnya, tapi saya cukup patah hati pada hari itu. Saya rasa alasannya cukup jelas,” ucap Kvitova.
Petenis asal Republik Ceko itu sangat menentang jika harus bermain tanpa penonton ketika tampil di sebuah turnamen, terutama sekelas Grand Slam. Kvitova bahkan lebih memilih Grand Slam tidak digelar. Wacana ini sebelumnya sudah ditentang Roger Federer terkait ide Roland Garros (venue Prancis Terbuka) atau Flushing Meadows (venue Amerika Serikat Terbuka) yang dikosongkan akibat virus yang biasa disebut Covid-19 tersebut.
“Saya memiliki batas waktu dan tentu ingin melakoni Grand Slam lain. Tapi, jika seperti itu (tanpa penonton), saya lebih baik membatalkan. Melakoni Grand Slam adalah hal terhebat dan penonton adalah energi kami. Tidak terlihat baik bagi saya dan Grand Slam tidak layak mendapatkannya,” kata Kvitova, dilansir tennisworld.
Para petinggi organisasi tenis, ATP, WTA, dan ITF saat ini masih membicarakan kapan turnamen cukup aman untuk dilanjutkan kembali setelah ditangguhkan sejak Maret lalu akibat pandemi Covid-19. Saat ini, semua Turnamen WTA telah ditangguhkan atau dibatalkan setidaknya sampai 20 Juli mendatang. (Baca: Sederet Bintang Tenis Dunia Comeback Bulan Depan)
Sementara Prancis Terbuka musim ini telah dipindahkan pada dari 24 Mei-7 Juni menjadi 20 September-4 Oktober. Bahkan, Wimbledon untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II telah dibatalkan.
Mengenai nasib Wimbledon, Kvitova mengaku sedih atas keputusan pembatalan salah satu turnamen favoritnya itu. Apalagi, dia memiliki kenangan yang bagus dengan berhasil meraih dua gelar pada 2011 dan 2014.
“Semua turnamen telah dibatalkan dan berita tentang Wimbledon adalah berita yang paling membuat saya kesal. Saya tidak mengatakan menangis ketika mendengarnya, tapi saya cukup patah hati pada hari itu. Saya rasa alasannya cukup jelas,” ucap Kvitova.
Lihat Juga :