alexametrics

Petra Kvitova Ogah Bertanding Tanpa Penonton

loading...
Petra Kvitova Ogah Bertanding Tanpa Penonton
Petra Kvitova. Foto/WTA Tennis
A+ A-
PRAHA - Dunia olahraga perlahan mulai membuka diri di tengah pandemi virus corona. Ada berbagai cara yang dilakukan agar turnamen bisa terlaksana, termasuk digelar tanpa penonton. Sayang, hal itu ternyata tidak banyak disukai para petenis top, salah satunya Petra Kvitova.

Petenis asal Republik Ceko itu sangat menentang jika harus bermain tanpa penonton ketika tampil di sebuah turnamen, terutama sekelas Grand Slam. Kvitova bahkan lebih memilih Grand Slam tidak digelar. Wacana ini sebelumnya sudah ditentang Roger Federer terkait ide Roland Garros (venue Prancis Terbuka) atau Flushing Meadows (venue Amerika Serikat Terbuka) yang dikosongkan akibat virus yang biasa disebut Covid-19 tersebut.

“Saya memiliki batas waktu dan tentu ingin melakoni Grand Slam lain. Tapi, jika seperti itu (tanpa penonton), saya lebih baik membatalkan. Melakoni Grand Slam adalah hal terhebat dan penonton adalah energi kami. Tidak terlihat baik bagi saya dan Grand Slam tidak layak mendapatkannya,” kata Kvitova, dilansir tennisworld.



Para petinggi organisasi tenis, ATP, WTA, dan ITF saat ini masih membicarakan kapan turnamen cukup aman untuk dilanjutkan kembali setelah ditangguhkan sejak Maret lalu akibat pandemi Covid-19. Saat ini, semua Turnamen WTA telah ditangguhkan atau dibatalkan setidaknya sampai 20 Juli mendatang. (Baca: Sederet Bintang Tenis Dunia Comeback Bulan Depan)

Sementara Prancis Terbuka musim ini telah dipindahkan pada dari 24 Mei-7 Juni menjadi 20 September-4 Oktober. Bahkan, Wimbledon untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II telah dibatalkan.

Mengenai nasib Wimbledon, Kvitova mengaku sedih atas keputusan pembatalan salah satu turnamen favoritnya itu. Apalagi, dia memiliki kenangan yang bagus dengan berhasil meraih dua gelar pada 2011 dan 2014.

“Semua turnamen telah dibatalkan dan berita tentang Wimbledon adalah berita yang paling membuat saya kesal. Saya tidak mengatakan menangis ketika mendengarnya, tapi saya cukup patah hati pada hari itu. Saya rasa alasannya cukup jelas,” ucap Kvitova.

Turnamen tenis musim ini diharapkan bisa dimulai kembali jelang AS Terbuka yang akan diputuskan Juni mendatang. Tapi, rumor tentang apakah penggemar diizinkan untuk hadir masih menjadi tanda tanya.

Berkaca pada cabang olahraga lain, terutama sepak bola, Bundesliga di Jerman telah dimulai kembali tanpa penggemar dan liga besar lainnya seperti Liga Primer dan La Liga akan mengikuti langkah tersebut.

Namun, kebijakan seperti itu ternyata ditentang Federer. Melalui wawancara yang terhubung melalui video dengan salah satu legenda tenis Brasil Gustavo Kuerten beberapa waktu lalu, Federer mengakui menentang rencana bermain tenis tanpa penggemar. Dia merasa seorang penggemar sangat memengaruhi permainannya dan senang jika bangku terisi penuh di dalam arena pertandingan. (Baca juga: Peulu Tangkis Inggris Gail Emms Jadi Relawan Vaksin Virus Corona)

“Dari sudut pandang pribadi, tidak bisa melihat stadion kosong. Saya berharap hal itu tidak akan terjadi. Mungkin kita harus menunggu waktu yang tepat untuk kembali bermain dengan normal lagi atau setidaknya tiga perempat atau setengah stadion penuh. Tapi, bagi saya, melakoni turnamen besar di stadion yang benar-benar kosong akan sangat menyulitkan,” ucap Federer. (Raikhul Amar)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak