Telanjur Selebrasi Juara, Atlet Cantik Ini Gigit Jari Finis Nomor Dua
Senin, 26 Juli 2021 - 10:20 WIB
loading...
Telanjur Selebrasi Juara, Atlet Cantik Ini Gigit Jari Finis Nomor Dua/The Sun
A
A
A
Kecele selebrasi juara, atlet cantik asal Belanda Annemiek van Vleuten gigit jari finis nomor dua perlombaan jalan raya di Olimpiade Tokyo 2020 . Kegembiraan Van Vleuten berubah menjadi malu saat dirinya yang telanjur merayakan meraih emas balap sepeda tetapi kemudian menyadari bahwa dia finis nomor dua.
Annemiek van Vleuten yang berusia 38 tahun itu melewati garis finis dengan berselebrasi membentangkan kedua tangannya tanda, seolah-olah dia baru saja memenangkan medali emas. Tapi dia harus gigit jari setelah diberitahu bahwa Anna Kiesenhofer dari Austria sebenarnya sudahfinis pertama dua menit lebih awal.
Baca Juga: Hasil Bulu Tangkis Olimpiade: Praveen/Melati Lolos ke Perempat Final
Van Vleuten mengakui kesalahannya beberapa saat kemudian, memberi tahu timnya: ’’Saya membuat kesalahan, saya membuat kesalahan. Saya bahkan tidak tahu.’’
Jauhnya jarak dengan juara membuat Van Vleuten berpikir dia yang memimpin balapan setelah mengejar solo antara peloton dan breakaway setelah kecelakaan sebelumnya yang melibatkan pengendara lain. Tapi sebenarnya Kiesenhofer yang memimpin, pulang dengan kemenangan setelah Van Vleuten dan rekan satu timnya tidak menyadari ada orang di depan untuk mencoba dan mengejar.
Annemiek van Vleuten yang berusia 38 tahun itu melewati garis finis dengan berselebrasi membentangkan kedua tangannya tanda, seolah-olah dia baru saja memenangkan medali emas. Tapi dia harus gigit jari setelah diberitahu bahwa Anna Kiesenhofer dari Austria sebenarnya sudahfinis pertama dua menit lebih awal.
Baca Juga: Hasil Bulu Tangkis Olimpiade: Praveen/Melati Lolos ke Perempat Final
Van Vleuten mengakui kesalahannya beberapa saat kemudian, memberi tahu timnya: ’’Saya membuat kesalahan, saya membuat kesalahan. Saya bahkan tidak tahu.’’
Jauhnya jarak dengan juara membuat Van Vleuten berpikir dia yang memimpin balapan setelah mengejar solo antara peloton dan breakaway setelah kecelakaan sebelumnya yang melibatkan pengendara lain. Tapi sebenarnya Kiesenhofer yang memimpin, pulang dengan kemenangan setelah Van Vleuten dan rekan satu timnya tidak menyadari ada orang di depan untuk mencoba dan mengejar.
Lihat Juga :