Banyak Keputusan Keliru, Drogba Tanggalkan Jabatan Wakil Presiden AFI

Selasa, 10 Agustus 2021 - 23:59 WIB
loading...
Banyak Keputusan Keliru,...
Didier Drogba menanggalkan jabatannya sebagai Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Pantai Gading (AFI). Mantan pemain Chelsea membuat keputusan tersebut lantaran ada beberapa keputusan yang dianggapnya keliru / Foto: Kolase
A A A
YAMOUSSOUKRO - Didier Drogba menanggalkan jabatannya sebagai Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Pantai Gading (AFI). Mantan pemain Chelsea membuat keputusan tersebut lantaran ada beberapa keputusan yang dianggapnya keliru.

Kekecewaan itu disampaikan Drogba di media sosial pribadinya (@didierdrogba), Selasa (10/8/2021). Drogba mengatakan bahwa AFI jauh dari kata ideal dalam kepengurusannya.

Menurut Drogba , AFI sudah banyak membuat keputusan keliru sehingga merugikan sepakbola Pantai Gading. Hal tersebut yang membuat Drogba sangat kecewa hingga mengundurkan diri.

BACA JUGA: Tidak Ada Lagi Lionel Messi, Barcelona Tunjuk Sergio Busquets Sebagai Kapten Baru

"Kepada semua pemain sepak bola Pantai Gading. Dengan ini saya umumkan bahwa beberapa minggu yang lalu, saya mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai wakil presiden AFI dan sekaligus dari Komite Pengarahnya. Kami semua menyadari kesulitan keuangan yang Anda hadapi dalam menghadapi kelambanan mayoritas pemimpin AFI, yang seharusnya mewakili Anda dan membela hak dan kepentingan Anda,” tulis Drogba dalam surat tersebut, Selasa (10/8/2021).

“AFI terhenti. Ia tidak lagi memenuhi kebutuhan atau harapan Anda. Keputusan buruk yang terjadi satu sama lain telah menyebabkan kemerosotan dasar-dasar organisasi,” tambahnya dalam kutipan surat tersebut.

Lebih lanjut, Drogba berpendapat bahwa AFI samasekali tidak mewakili kepentingan para pemain. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan rasa tidak hormat kepada para pemain yang sudah membela Pantai Gading.

“Saya ikut dalam ketidakpahaman Anda dalam menghadapi kurangnya koherensi (ketidakselarasan) yang mencolok ini,” kata Drogba dilansir dari Goal Internasional, Selasa (10/8/2021).

“AFI milik Anda (pemain). Yakinlah, itu akan dikembalikan kepada Anda!,” tegasnya.

BACA JUGA: Konon Akan Tes Medis Hari Ini, Lionel Messi Baru ke Paris Setelah Dikontrak PSG

Sementara itu, Federasi Sepakbola Internasional Pesepakbola Profesional (FIFPro) diyakini memihak kepada Drogba sejak berselisih dengan AFI tahun lalu. Drogba saat itu ingin naik sebagai Presiden Federasi Sepakbola Pantai Gading (FA).

Namun, AFI malah memilih kandidat petahana, Idriss Diallo sebagai Presiden baru FA. Karena itu, FIFPro langsung melayangkan penangguhan kepada AFI yang merugikan organisasi tersebut.

Menanggapi penangguhan tersebut, AFI mengatakan bahwa sikap mereka independent dan tak bisa dipengaruhi siapapun. Menurut AFI, kinerja mereka sudah professional dalam pengembangan sepakbola nasional Pantai Gading.

“(Kami) ingin mengingat bahwa kami sepenuhnya independen dan mengambil posisi kami di tingkat nasional, dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik para pesepakbola Pantai Gading,” kata AFI dalam sebuah pernyataan.

“Sejak didirikan hingga hari ini, AFI selalu bekerja dalam transparansi penuh demi kepentingan anggotanya. Inilah sebabnya mengapa ia ingin meyakinkan semua anggotanya tentang komitmennya untuk membela kepentingan mereka dan menghormati pilihan dan orientasi mereka untuk sepak bola Pantai Gading,” jelasnya

Sekadar informasi, AFI adalah salah satu dari lima badan organisasi yang dapat mensponsori kandidat dalam pemilihan Presiden FA Pantai Gading. Perselisihan Drogba dan AFI berujung pada pengunduran diri mantan bintang Chelsea tersebut.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepak Bola Gelorakan...
Sepak Bola Gelorakan Kampanye Dont Stop The Celebration, Ajak Masyarakat Rayakan Kebersamaan
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
5 Legenda Sepak Bola...
5 Legenda Sepak Bola yang Dicurangi Peraturan Lama Ballon d'Or
Cetak Sejarah di Honduras,...
Cetak Sejarah di Honduras, Indonesia Sabet Perak di IFA7 World Championship 2026
Depak Brasil, FA7 Indonesia...
Depak Brasil, FA7 Indonesia Tembus Babak Final IFA7 World Championship 2026
Cetak Sejarah, Tim FA7...
Cetak Sejarah, Tim FA7 Indonesia Tantang Brasil di Semifinal World Championship 2026
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Special Bola
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Kolombia vs Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Cetak Hattrick?
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Hidup Mati Menuju 32 Besar
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Panama vs Inggris di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Incar Juara Grup L
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Berita Terkini
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Lineker Semprot FIFA:...
Lineker Semprot FIFA: Hukuman Madibo Tak Masuk Akal
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved