Valentino Rossi : Ada yang Aneh di MotoGP 2020
Jum'at, 29 Mei 2020 - 16:03 WIB
loading...
Valentino Rossi merasa ada yang aneh di MotoGP 2020 setelah banyak aturan ketat diberlakukan terkait pandemi virus corona. Foto : Crash
A
A
A
TAVULLIA - Valentino Rossi mengaku dirinya tak membayangkan kalau harus berada dalam kondisi di mana ia berlaga tanpa pendukung. Balapan tanpa penonton dan jumlah orang dibatasi di paddock jadi syarat utama MotoGP 2020 digelar di tengah pandemi virus corona.
Bukan hanya itu, Rossi pun merasa aneh kalau harus beraksi pada dua balapan di trek yang sama. Ini adalah momen pertama dialami The Doctor setelah berakarier 24 tahun.
"Yang pasti tanpa balap kehidupan banyak berubah. Ini perasaan yang sangat tidak biasa karena dari sejak 1996 saya kehilangan MotoGP," kata Rossi kepada situs resmi MotoGP, Jumat (29/5/2020).
"Musim ini akan menjadi istimewa, karena pertama-tama, ini lebih atau kurang dari setengah jumlah balapan. Tetapi perbedaan terbesar bagi saya adalah memiliki dua balapan berturut-turut di sirkuit yang sama. Ini akan aneh," lanjutnya.
"Kami juga akan memiliki banyak batasan, tidak ada orang di paddock dan terutama tidak ada penggemar di trek. Itu akan seperti balap ketika sirkuit ditutup. Pasti tidak akan sama, tetapi balap sangat penting bagi semua orang , pembalap, semua orang di paddock, semua tim. Jadi akan sangat penting untuk memulai kembali," paparnya.
Sebuah proposal, saat ini sedang menunggu persetujuan Pemerintah Spanyol, telah dibuat untuk memulai musim dengan dua balapan di Jerez pada 19 dan 24 Juli. Pada saat itu, Rossi mungkin akan telah membuat keputusan tentang masa depan balapnya, untuk beralih ke Petronas Yamaha musim depan.
Pembalap berusia 41 tahun itu berharap untuk menguji kecepatannya dalam balapan sebelum memutuskan pada 2021. Sialnya wabah virus corona Rossi tak bisa melanjutkan tes musim dingin. Dan sepanjang tes sebelumnya, Rossi berada di peringkat kelima (+ 0,192) dan kedua belas (0,474) masing-masing di Sepang dan Losail, saat bekerja dengan kepala kru baru David Munoz dan YZR-M1 terbaru.
Bukan hanya itu, Rossi pun merasa aneh kalau harus beraksi pada dua balapan di trek yang sama. Ini adalah momen pertama dialami The Doctor setelah berakarier 24 tahun.
"Yang pasti tanpa balap kehidupan banyak berubah. Ini perasaan yang sangat tidak biasa karena dari sejak 1996 saya kehilangan MotoGP," kata Rossi kepada situs resmi MotoGP, Jumat (29/5/2020).
"Musim ini akan menjadi istimewa, karena pertama-tama, ini lebih atau kurang dari setengah jumlah balapan. Tetapi perbedaan terbesar bagi saya adalah memiliki dua balapan berturut-turut di sirkuit yang sama. Ini akan aneh," lanjutnya.
"Kami juga akan memiliki banyak batasan, tidak ada orang di paddock dan terutama tidak ada penggemar di trek. Itu akan seperti balap ketika sirkuit ditutup. Pasti tidak akan sama, tetapi balap sangat penting bagi semua orang , pembalap, semua orang di paddock, semua tim. Jadi akan sangat penting untuk memulai kembali," paparnya.
Sebuah proposal, saat ini sedang menunggu persetujuan Pemerintah Spanyol, telah dibuat untuk memulai musim dengan dua balapan di Jerez pada 19 dan 24 Juli. Pada saat itu, Rossi mungkin akan telah membuat keputusan tentang masa depan balapnya, untuk beralih ke Petronas Yamaha musim depan.
Pembalap berusia 41 tahun itu berharap untuk menguji kecepatannya dalam balapan sebelum memutuskan pada 2021. Sialnya wabah virus corona Rossi tak bisa melanjutkan tes musim dingin. Dan sepanjang tes sebelumnya, Rossi berada di peringkat kelima (+ 0,192) dan kedua belas (0,474) masing-masing di Sepang dan Losail, saat bekerja dengan kepala kru baru David Munoz dan YZR-M1 terbaru.
Lihat Juga :