Ellyas Pical, Pahlawan Olahraga Indonesia dari Gelanggang Tinju
Minggu, 15 Agustus 2021 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Pada 5 Juli 1985 , Ellyas Pical sanggup membalaskan dendamnya kepada Polanco dan merebut kembali gelar IBF kelas super miliknya. Ia bahkan sanggup mempertahankan gelar tersebut saat menghadapi Dong Chun Lee (Korea Selatan) pada Desember 1986.
Kehebatan Ellyas Pical sempat dihentikan petinju asal Thailand, Khaosai Galaxy pada 28 Februari 1987. Kekalahan itu membuat Ellyas Pical sempat depresi. Butuh beberapa bulan bagi Ellyas Pikal untuk menenangkan diri hingga akhirnya merebut kembali gelar juara dunia IBF kelas super terbang pada Oktober 1987.
Pada saat itu, Ellyas Pical sanggup merebut sabuk IBF kelas super terbang itu dari petinju Korea Selatan, Chang Tae-il. Selama dua tahun sabuk itu berhasil dipertahankan Ellyas Pical setelah mencoba mempertahankannya sebanyak tiga kali.
Pada akhirnya sabuk juara dunia IBF kelas super terbang itu berhasil direbut oleh petinju asal Kolombia, Juan Polo Perez saat mereka berdua bertarung di Valley Sports Arena, Virginia, Amerika Serikat pada 14 Oktober 1989.
Setelah gelar juara dunianya diambil, Ellyas Pical sempat melakoni tiga pertarungan non gelar sebanyak tiga kali hingga akhirnya memutuskan pensiun usai terakhir bertarung pada 2000. Total catatan pertarungan Ellyas Pical adalah 20 kemenangan, sekali imbang, dan lima kekalahan dari total 26 penampilannya.
Setelah pensiun, diketahui menjadi petugas keamanan di sebuah tempat diskotik di Jakarta. Pekerjaannya tersebut pun membuat Ellyas Pical jatuh ke dunia gelap sampai akhirnya ia ditangkap karena melakukan transaksi narkoba di sebuah diskotik pada 13 Juli 2005.
Ellyas Pical divonis hukuman penjara selama tujuh tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah bebas pada 7 Februari 2006, Ellyas Pical lantas dipekerjakan di KONI Pusat.
Baru-baru ini Ellyas Pical mendapatkan penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Ia tepatnya dinobatkan sebagai pria lanjuta usia (lansia) berprestasi di peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2021 pada 29 Mei 2021 yang lalu.
Kehebatan Ellyas Pical sempat dihentikan petinju asal Thailand, Khaosai Galaxy pada 28 Februari 1987. Kekalahan itu membuat Ellyas Pical sempat depresi. Butuh beberapa bulan bagi Ellyas Pikal untuk menenangkan diri hingga akhirnya merebut kembali gelar juara dunia IBF kelas super terbang pada Oktober 1987.
Pada saat itu, Ellyas Pical sanggup merebut sabuk IBF kelas super terbang itu dari petinju Korea Selatan, Chang Tae-il. Selama dua tahun sabuk itu berhasil dipertahankan Ellyas Pical setelah mencoba mempertahankannya sebanyak tiga kali.
Pada akhirnya sabuk juara dunia IBF kelas super terbang itu berhasil direbut oleh petinju asal Kolombia, Juan Polo Perez saat mereka berdua bertarung di Valley Sports Arena, Virginia, Amerika Serikat pada 14 Oktober 1989.
Setelah gelar juara dunianya diambil, Ellyas Pical sempat melakoni tiga pertarungan non gelar sebanyak tiga kali hingga akhirnya memutuskan pensiun usai terakhir bertarung pada 2000. Total catatan pertarungan Ellyas Pical adalah 20 kemenangan, sekali imbang, dan lima kekalahan dari total 26 penampilannya.
Setelah pensiun, diketahui menjadi petugas keamanan di sebuah tempat diskotik di Jakarta. Pekerjaannya tersebut pun membuat Ellyas Pical jatuh ke dunia gelap sampai akhirnya ia ditangkap karena melakukan transaksi narkoba di sebuah diskotik pada 13 Juli 2005.
Ellyas Pical divonis hukuman penjara selama tujuh tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah bebas pada 7 Februari 2006, Ellyas Pical lantas dipekerjakan di KONI Pusat.
Baru-baru ini Ellyas Pical mendapatkan penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Ia tepatnya dinobatkan sebagai pria lanjuta usia (lansia) berprestasi di peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2021 pada 29 Mei 2021 yang lalu.
(sto)
Lihat Juga :