Legenda Tenis Ini Ragukan Vaksin Covid-19, Pat Cash: Mengapa Atlet Sehat Divaksin?

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 11:02 WIB
loading...
Legenda Tenis Ini Ragukan Vaksin Covid-19, Pat Cash: Mengapa Atlet Sehat Divaksin?
Legenda Tenis Ini Ragukan Vaksin Covid-19, Pat Cash: Mengapa Atlet Sehat Divaksin?/The Sun
A A A
Legenda tenis Pat Cash meragukan vaksin Covid-19 dan mempertanyakan mengapa atlet sehat harus divaksin. Petenis Australia berusia 56 tahun itu, tercatat memenangkan lima Grand Slam, termasuk mahkota Wimbledon yang ikonik pada 1987.

Cash menjadi orang terbaru dari dunia tenis yang meragukan vaksin untuk memerangi Covid 19. Sebelumnya, petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic secara terbuka meremehkan aturan jarak sosial dan aturan karantina.

Baca Juga: Naomi Osaka Beberkan Alasan Ogah Ikut Konferensi Pers

Sementara petenis peringkat tiga dunia Stefano Tsitsipas mengungkapkan menjelang AS Terbuka bahwa dia tidak akan disuntik kecuali menjadi wajib untuk bermain. Dan Cash percaya bahwa atlet yang sehat harus menunda menerima vaksin karena 'kita tidak tahu apa efek jangka panjang yang mungkin mereka rasakan.

’’Saya hanya tidak ingin atlet muda yang sehat mengambil sesuatu yang dapat merusak mereka dalam jangka panjang tanpa alasan,’’kata Cash kepada TCW TV.

’’Kami hanya tidak tahu. Tidak bisakah kita menunggu satu atau dua tahun sampai semua info ada di luar sana? Dan buat keputusan kemudian. Itu adalah sikap saya. Mari kita tunggu dan lihat apa yang terjadi. Semakin banyak (pemain tenis) divaksinasi karena mereka tidak dapat melakukan pekerjaan mereka kecuali mereka. Mereka tidak bisa merencanakan turnamen, mereka tidak bisa bepergian. Saya pikir itu sekitar 50 persen, bukan 100 persen, dan perlahan-lahan merayap di sana.

Baca Juga: Francesca Pacar Valentino Rossi Hamil, The Doctor: Kami Harap Bambina

Pat Cash menyalahkan aturan mengenai kewajiban membawa paspor vaksin untuk beraktivitas termasuk mengikuti pertandingan tenis. ’’Saya tahu pemenang dan runner-up Grand Slam, saya tahu salah satu dari mereka telah divaksinasi, tetapi sisanya belum. Mereka melihat sebenarnya tidak perlu bagi mereka untuk melakukannya. Kami semua [disandera], berbicara tentang paspor vaksin, tidak bisa pergi ke restoran,’’ujarnya.

’’Tidak bisa ini, tidak bisa itu. Bukankah kita semua tertekan dalam hal ini? Bisakah kita membuat keputusan sendiri? ”
(aww)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2778 seconds (11.210#12.26)