Pakai Peluru, Tentara Israel Akhiri Karier Pesepak Bola Muda Palestina Sebelum Mulai
Rabu, 25 Agustus 2021 - 17:30 WIB
loading...
Kisah memilukan dialami talenta muda Palestina, Saeed Odeh (kanan). Remaja berusia 16 tahun itu belum sempat memulai kariernya sebagai pesepak bola akibat diterjang peluru tentara Israel. Foto: aa
A
A
A
NABLUS - Kisah memilukan dialami talenta muda Palestina, Saeed Odeh . Remaja berusia 16 tahun itu belum sempat memulai kariernya sebagai pesepak bola akibat diterjang peluru tentara Israel.
Baca Juga: Foto Kemesraan Petenis Spanyol dengan Aktor Kuba Dapat Pujian
Odeh tewas karena ditembak oleh tentara Israel pada 5 Mei 2021. Padahal saat itu, dia sedang mengasah bakatnya di Akademi Sepak Bola Olahraga Pele yang terletak di Nablus, sebuah kota di bagian utara West Bank.
Insiden itu terjadi ketika Odeh bersama teman-temannya sedang berjalan menuju kolam renang di dekat desanya, Odala. Namun, ditengah perjalanan nasib naas menimpa. Tanpa alasan jelas, mereka ditembaki tentara Israel dengan peluru sungguhan.
Satu peluru tajam dari tentara Israel menembus dada Odeh. Dia sempat berusaha melarikan diri ke ladang zaitun. Tapi, dia tidak berdaya lagi karena darah terus keluar dari dadanya yang membuatnya terjatuh.
Sebenarnya saat itu sudah ada ambulans untuk menolongnya. Ironisnya, ambulans dilarang masuk oleh tentara Israel meski Odeh dalam kondisi kritis. Pasukan Pertahanan Israel sering tidak menerima bantuan kepada warga Palestina yang terluka.
Beberapa jam kemudian barulah tentara Israel mengizinkan ambulans memasuki ladang. Yang lebih memilukan, salah satu petugas ambulans itu adalah paman Odeh, yaitu Fayez Abd Al-Jabar.
Baca Juga: Foto Kemesraan Petenis Spanyol dengan Aktor Kuba Dapat Pujian
Odeh tewas karena ditembak oleh tentara Israel pada 5 Mei 2021. Padahal saat itu, dia sedang mengasah bakatnya di Akademi Sepak Bola Olahraga Pele yang terletak di Nablus, sebuah kota di bagian utara West Bank.
Insiden itu terjadi ketika Odeh bersama teman-temannya sedang berjalan menuju kolam renang di dekat desanya, Odala. Namun, ditengah perjalanan nasib naas menimpa. Tanpa alasan jelas, mereka ditembaki tentara Israel dengan peluru sungguhan.
Satu peluru tajam dari tentara Israel menembus dada Odeh. Dia sempat berusaha melarikan diri ke ladang zaitun. Tapi, dia tidak berdaya lagi karena darah terus keluar dari dadanya yang membuatnya terjatuh.
Sebenarnya saat itu sudah ada ambulans untuk menolongnya. Ironisnya, ambulans dilarang masuk oleh tentara Israel meski Odeh dalam kondisi kritis. Pasukan Pertahanan Israel sering tidak menerima bantuan kepada warga Palestina yang terluka.
Beberapa jam kemudian barulah tentara Israel mengizinkan ambulans memasuki ladang. Yang lebih memilukan, salah satu petugas ambulans itu adalah paman Odeh, yaitu Fayez Abd Al-Jabar.
Lihat Juga :