Pakai Peluru, Tentara Israel Akhiri Karier Pesepak Bola Muda Palestina Sebelum Mulai
Rabu, 25 Agustus 2021 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Sungguh menyesakan bagi Al-Jabar ketika melihat Odeh bersimpah darah di tanah. Dia mencoba menyelamatkan nyawa keponakannya bersama staf medis di rumah sakit Rafedeah, tetapi nyawanya tidak bisa terselamatkan. Al-Jabar mengaku tidak percaya peristiwa tragis itu menimpa Odeh.
“Kami mendapat berita dari Facebook, tapi kami tidak percaya. Kami terus berpikir ada kesalahan dalam nama sampai kami tiba di rumah sakit, dan bahkan ketika kami melihatnya, kami tidak percaya dia telah pergi,” ungkap Nassar, dilansir dari AA.
Pada hari yang sama, rekan Odeh di Akademi Sepak Bola Olahraga Pele, yang bernama Khalid Sarhan mendapat kabar duka. Saat itu dia berada di ruang ganti tim dan bersiap memasuki stadion. Lalu, ada telfon yang mengabarkan Odeh telah tewas karena ditembak tentara Israel.
Sarhan mengaku hampir pingsan ketika mendengar kabar itu. Dia masih belum percaya sampai ayahnya membenarkan bahwa Odeh telah meninggal.
"Pada malam hari, seorang teman menelepon saya dan bertanya: 'Apakah kamu teman Saeed?' Saya menjawab 'Iya,' lalu dia berkata 'temanmu telah terbunuh oleh tentara (Isrel) dalam perjalanan ke kolam renang,'” ucap Sarhan.
Sarhan lalu bercerita mengenai persahabatnnya dengan Odeh yang dimulai enam tahun lalu di stadion sepak bola. Sarhan mengaku sangat terpukul. Hingga Sarhan sempat memutuskan untuk berhenti bermain setelah kematian Odeh.
Akan tetapi, orang tua Sarhan mendorongnya untuk melanjutkan kariernya di sepak bola demi teman tercintanya. Hingga akhirnya pada Juni lalu, mereka berangkat ke Mesir dan menang di Sharm el-Sheikh tanpa kehadiran Odeh di lapangan.
“Kami mendapat berita dari Facebook, tapi kami tidak percaya. Kami terus berpikir ada kesalahan dalam nama sampai kami tiba di rumah sakit, dan bahkan ketika kami melihatnya, kami tidak percaya dia telah pergi,” ungkap Nassar, dilansir dari AA.
Pada hari yang sama, rekan Odeh di Akademi Sepak Bola Olahraga Pele, yang bernama Khalid Sarhan mendapat kabar duka. Saat itu dia berada di ruang ganti tim dan bersiap memasuki stadion. Lalu, ada telfon yang mengabarkan Odeh telah tewas karena ditembak tentara Israel.
Sarhan mengaku hampir pingsan ketika mendengar kabar itu. Dia masih belum percaya sampai ayahnya membenarkan bahwa Odeh telah meninggal.
"Pada malam hari, seorang teman menelepon saya dan bertanya: 'Apakah kamu teman Saeed?' Saya menjawab 'Iya,' lalu dia berkata 'temanmu telah terbunuh oleh tentara (Isrel) dalam perjalanan ke kolam renang,'” ucap Sarhan.
Sarhan lalu bercerita mengenai persahabatnnya dengan Odeh yang dimulai enam tahun lalu di stadion sepak bola. Sarhan mengaku sangat terpukul. Hingga Sarhan sempat memutuskan untuk berhenti bermain setelah kematian Odeh.
Akan tetapi, orang tua Sarhan mendorongnya untuk melanjutkan kariernya di sepak bola demi teman tercintanya. Hingga akhirnya pada Juni lalu, mereka berangkat ke Mesir dan menang di Sharm el-Sheikh tanpa kehadiran Odeh di lapangan.
Lihat Juga :