Richard Mainaky Beberkan Alasan Pensiun dari Pelatnas

Senin, 06 September 2021 - 16:02 WIB
loading...
Richard Mainaky Beberkan Alasan Pensiun dari Pelatnas
Pelatih ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Richard Mainaky memutuskan untuk pensiun dari karier kepelatihannya di Pelatnas / Foto: Badmintonindonesia
A A A
JAKARTA - Pelatih ganda campuran bulu tangkis Indonesia , Richard Mainaky memutuskan untuk pensiun dari karier kepelatihannya di Pelatnas. Meski begitu, ia tetap mengabdi untuk bulu tangkis Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Richard telah mengabdi di bulu tangkis Indonesia selama 26 tahun. Terhitung dari 1995, pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara ini menjadi pelatih nasional di Pelatnas Cipayung.

Pada Minggu 5 September 2021 diketahui Richard telah mengirimkan surat resmi pengunduran diri kepada PP PBSI. Nantinya ia secara resmi lepas dari Pelatnas pada 27 September mendatang.

BACA JUGA: Leani Ratri Oktila si Pencetak Sejarah di Paralimpiade Tokyo 2020

Setelah dikonfirmasi tim MPI pada Senin (6/9/2021), Richard membenarkan hal tersebut. Menurutnya, rencana pensiun ini telah dipikirkan sejak Olimpiade Tokyo yang seharusnya digelar 2020.

Namun imbas pandemi Covid-19 membuat gelaran ini ditunda selama satu tahun. Richard masih harus bertanggung jawab untuk melatih pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva.

"Sebenernya rencana itu dari olimpiade 2020 cuma karena olimpiade itu tertunda, jadi 2021 agustus, saya otomatis niat saya tertunda, saya punya tugas kan untuk Praveen/Melati kan,” kata Richard.

BACA JUGA: Verstappen, Pembalap Pertama Belanda yang Juara di Sirkuit Zandvoort setelah 36 Tahun

Richard pun menyebutkan alasan di balik keputusan pensiun ini tak lepas dari keinginannya lebih dekat dengan keluarga. Nantinya, ia akan terus menghabiskan waktu tinggal di kampung halamannya.

Meski begitu, Richard juga mengatakan pensiunnya ini tak serta-merta menghentikan dia sebagai pelatih bulu tangkis. Selain masih memiliki kontrak dengan PB Djarum, ia juga ingin melatih klub di daerahnya.

"Intinya saya sudah ingin memfokuskan untuk keluarga karena selama dari tahun 95 itu sampai sekarang waktu saya untuk bulu tangkis. Tapi itu kan risiko saya ya karena pilihan saya. Tapi sekarang saya harus memilih keluarga saya sudah senang di kampung, saya harus mengalah dan di sana,” lanjutnya.

"Itu tetap (mengabdi), walaupun saya di sana ada bisnis kita punya rumah bikin wisata kuliner gitu, saya tetap ada kerja sama dan bantu-bantu klub-klub kecil di sana, saya tetap di badminton karena sudah darah dagingnya, cuma bedanya di sana saya lebih dekat dengan keluarga itu bedanya di situ,” lanjutnya.
(yov)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2020 seconds (11.210#12.26)