Usai KO Holyfield, Belfort Mencari Keadilan untuk Duel Petinju vs Petarung MMA

loading...
Usai KO Holyfield, Belfort Mencari Keadilan untuk Duel Petinju vs Petarung MMA
Vitor Belfort merasa harus ada cara agar petinju dan petarung MMA bisa berduel dengan adil./Foto/Twitter
FLORIDA - Mantan petarung UFC Vitor Belfort sukses menghentikan perlawanan legendaris tinju Evander Holyfield dalam laga ekshibisi, Minggu (12/9/2021) pagi WIB. Namun, Belfort merasa harus ada cara agar petarung dari kedua disiplin bisa bertarung dengan adil.

Belfort membekuk Holyfield dengan TKO pada ronde pertama dalam duel yang berlangsung di Seminole Hard Rock, Hollywood, Florida, Amerika Serikat.

Baca juga: Petarung MMA Meninggal saat Bertarung: Mayoritas Pendarahan Otak

Tentunya keberhasilan Belfort ini bagai kemenangan bagi dunia Mixed Martial Arts (MMA). Pasalnya, jarang ada petarung MMA yang dapat menaklukkan petinju, seperti saat Conor McGregor dikalahkan Floyd Mayweather.



Belfort merasa hal itu terjadi karena terdapat perbedaan antara tinju dan MMA. Agar pertarungan dapat lebih adil, dia yakin harus ada unsur MMA yang dapat diperkenankan.

Baca juga: Kalah TKO Ronde 1, Holyfield: Aku Mau Duel Trilogi Mike Tyson!

“Saya bermimpi untuk sedikit mencampur peraturan, yang mana petarung dapat memegang. Saya mencari cara agar petarung MMA dapat menghadapi petinju dengan cara adil dan sedikit menguntungkan kami,” kata Belfort dikutip BJPenn, Senin (13/9/2021).

“Karena cara memegang antara tinju dan MMA berbeda. Semoga kami bisa memegang leher lawan atau muka dan mendorong lawan. Tetapi, bukan berarti mengizinkan pukulan memutar, karena petinju tak bisa mengatasinya dan butuh waktu,” ujarnya.

Petarung berusia 44 tahun itu seakan menjadi mimpi buruk bagi Comeback-nya Holyfield di dunia tinju. Sebagai informasi, laga tersebut adalah kali pertama Holyfield kembali ke ring tinju setelah 10 tahun vakum.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top