alexametrics

GP Jepang Batal Gelar Balapan MotoGP, CEO Dorna Sports Kecewa

loading...
GP Jepang Batal Gelar Balapan MotoGP, CEO Dorna Sports Kecewa
Pandemi virus corona benar-benar membuat jadwal MotoGP 2020 menjadi berantakan. Setelah GP Qatar, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris Raya dan Australia. Kini, Jepang ikut-ikutan membatalkan balapan MotoGP tahun ini / Foto: Snaplap
A+ A-
MADRID - Pandemi virus corona benar-benar membuat jadwal MotoGP 2020 menjadi berantakan. Betapa tidak, sudah ada tujuh tempat penyelenggaraan yang memutuskan batal menggelar balapan motor bergengsi di dunia ini.

Setelah GP Qatar, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris Raya dan Australia. Kini, Jepang ikut-ikutan membatalkan balapan MotoGP tahun ini. Padahal Sirkuit Motegi dijadwalkan baru akan mendatangkan sirkus MotoGP pada Oktober mendatang. (Baca juga: Barcelona Kutuk Aksi Rasisme di Amerika Serikat)

Namun, pandemi virus corona tampaknya membuat pemerintah setempat mengurungkan niat menggelar balapan MotoGP. Ini sangat mengejutkan mengingat itu merupakan tuan rumah bagi tiga produsen, yakni Honda, Yamaha, dan Suzuki.



Pembatalan ini disesalkan CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta. Ini pertama kalinya sejak 1986, GP Jepang absen di kejuaraan grand prix balap motor. (Baca juga: Juara Baru Virtual MotoGP Jilid V, Lorenzo Girang)

"Kami mengumumkan dengan sangat sedih pembatalan GP Jepang di Sirkuit Motegi yang sangat unik, yang berarti bahwa kami tidak akan memiliki Grand Prix Jepang di kalender untuk pertama kalinya sejak 1986," sesal Ezpeleta dikutip dari AS Sport, Selasa (1/6/2020).

Mengenai rencana yang akan ditetapkan dalam kejuaraan, Ezpeleta menegaskan bahwa mereka tetap bekerja keras untuk dapat memulai kembali musim balap dengan cara yang paling aman. Untuk alasan ini, FIM, Dorna, IRTA dan MSMA, telah memutuskan bahwa, hingga pertengahan November, MotoGP akan tetap di Eropa untuk melaksanakan sebanyak mungkin acara balap.
(bbk)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak