Penyebab di Balik Cepat Lambatnya Proses Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia Seperti Marc Klok dan Sandy Walsh

loading...
Penyebab di Balik Cepat Lambatnya Proses Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia Seperti Marc Klok dan Sandy Walsh
Marc Klok dan Sandy Walsh. Foto: Instagram/@marcklok/@sandywalsh
JAKARTA - Penyebab di balik cepat lambatnya proses naturalisasi pemain Timnas Indonesia seperti Marc Klok dan Sandy Walsh menarik untuk dibahas. Marc Klok seperti diketahui sudah berhasil dinaturalisasi pada tahun 2020. Klok berhasil mendapatkan paspor Indonesia hanya dalam waktu 3 tahun sejak dia pertama kali dia tinggal di Indonesia.

Sebagai informasi, beberapa persyaratan pemain dapat dinaturalisasi seusai aturan FIFA adalah :

1. Pemain lahir di negara bersangkutan
2. Salah satu orang tua kandung pemain lahir di negara tersebut
3. Kakek atau nenek sang pemain lahir di negara tersebut
4. Pemain tersebut belum pernah memperkuat timnas senior negara lain di FIFA matchday
5. Pemain telah menetap di negara tersebut selama lima tahun, terhitung saat usianya mencapai 18 tahun

Dengan aturan naturalisasi pemain sesuai standar FIFA di atas, maka sebenarnya, PSSI sebenarnya menyalahi aturan naturalisasi pemain sepak bola FIFA. Hal ini juga harus sesuai dengan asas kewarganegaraan negara tersebut. Jika negara tersebut mengizinkan seorang warga negaranya memiliki 2 paspor, maka hal ini tidak menjadi masalah.



Baca Juga: Naturalisasi Pesepak Bola Eropa untuk Timnas Indonesia

Hanya saja, Indonesia tidak memiliki kebijakan dwi kewarganegaraan sehingga mengharuskan seorang pemain harus memilih kewarganegaraan. Jika dia melepas kewarganegaraan lama, maka dia baru bisa menjadi WNI dan memiliki paspor Indonesia. Hal ini membuat pemain yang akan dinaturalisasi harus memilih yang terbaik untuk dirinya.

Jika kita belajar dari Malaysia yang memiliki banyak pemain naturalisasi, maka harusnya masalah naturalisasi ini bisa diselesaikan dengan baik oleh PSSI. Beberapa pemain naturalisasi Malaysia seperti Loridin Krasniqi dan Mahamadou Sumareh sudah menjadi warga negara setelah 5 tahun tinggal di Malaysia. Hal ini sudah sesuai dengan aturan FIFA.

Sumareh dan Krasniqi bahkan sudah mendapat panggilan timnas Malaysia. Bahkan, Sumareh sudah menorehkan gol pertamanya di timnas Malaysia. Hal ini tentu bisa menjadi pelajaran agar PSSI berbenah dalam hal naturalisasi pemain.

Untuk kasus Sandy Walsh , memang agak sulit ketika harus menyertakan syarat harus 5 tahun tinggal di Indonesia baru bisa mendapat paspor Indonesia. Karena Sandy Walsh juga memiliki karier yang bagus di Eropa yang tentu saja sayang jika harus pindah ke Indonesia demi membela timnas Indonesia. Bahkan, Sandy Walsh kini menjadi pemain inti di klubnya sekarang KV Mechelen.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top