Profil Michel Sablon, Si Pencetak Generasi Emas Timnas Belgia
Senin, 04 Oktober 2021 - 21:01 WIB
loading...
Profil Michel Sablon, Si Pencetak Generasi Emas Timnas Belgia. Foto: IST
A
A
A
JAKARTA - Belgia terbukti sukses mencetak pemain-pemain hebat seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku, dan Kevin De Bruyne. Generasi emas Timnas Belgia tidak lepas dari tangan dingin Michel Sablon.
Michel Sablon, oleh sejumlah pihak, mendapat julukan 'bapak revolusi sepak bola' di Belgia. Lantas, siapa sebetulnya pria yang menjabat sebagai direktur teknik Royal Belgian Football Association (RBFA) tersebut?
Baca Juga: Kevin De Bruyne Merasa Ajaib Bisa Main 90 Menit Lawan Italia
Kisah Sablon berawal dari keterpurukan Timnas Belgia di Piala Eropa 2002. Pada saat itu, Belgia yang menyandang status tuan rumah bersama Belanda, justru lebih banyak menelan kekalahan hingga tersisih di fase grup.
Presiden Federasi Sepak bola Belgia, Michael D'Hooghe, kemudian menghubungi Michael Sablon untuk membantu menganalisa penyebab kegagalan itu. Keduanya sepakat bahwa terdapat kesalahan mendasar di luar peran Marc Wilmots dan koleganya sebagai pemain.
Sablon melihat permasalahan dengan baik dan meracik solusi jangka panjang. Dalam wawancara bersama The Guardian tahun 2018, Sablon mengaku meminta bantuan profesor dari sebuah universitas di Belgia untuk membangun sistem baru dalam pengembangan sepak bola Belgia selepas Piala Eropa 2002.
Michel Sablon, oleh sejumlah pihak, mendapat julukan 'bapak revolusi sepak bola' di Belgia. Lantas, siapa sebetulnya pria yang menjabat sebagai direktur teknik Royal Belgian Football Association (RBFA) tersebut?
Baca Juga: Kevin De Bruyne Merasa Ajaib Bisa Main 90 Menit Lawan Italia
Kisah Sablon berawal dari keterpurukan Timnas Belgia di Piala Eropa 2002. Pada saat itu, Belgia yang menyandang status tuan rumah bersama Belanda, justru lebih banyak menelan kekalahan hingga tersisih di fase grup.
Presiden Federasi Sepak bola Belgia, Michael D'Hooghe, kemudian menghubungi Michael Sablon untuk membantu menganalisa penyebab kegagalan itu. Keduanya sepakat bahwa terdapat kesalahan mendasar di luar peran Marc Wilmots dan koleganya sebagai pemain.
Sablon melihat permasalahan dengan baik dan meracik solusi jangka panjang. Dalam wawancara bersama The Guardian tahun 2018, Sablon mengaku meminta bantuan profesor dari sebuah universitas di Belgia untuk membangun sistem baru dalam pengembangan sepak bola Belgia selepas Piala Eropa 2002.
Lihat Juga :