Kehilangan Minions dan Daddies di Final Piala Thomas 2020, Fajar/Rian Emban Tugas Krusial
Minggu, 17 Oktober 2021 - 17:06 WIB
loading...
Fajar/Rian Emban Tugas Krusial di Final Piala Thomas 2020. Foto: Badminton Photo
A
A
A
AARHUS - Sektor ganda putra Indonesia di final Piala Thomas 2020 terlihat berbeda dari biasanya. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menjadi andalan saat melawan China di Ceres Arena, Minggu (17/10/2021).
Jika berbicara mengenai ganda putra Indonesia, terdapat dua pasangan yang langsung teringat. Mereka adalah pasangan nomor satu dunia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan duet veteran Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan .
Baca Juga: Herry I.P. Ungkap Penyebab Ceraikan Marcus/Kevin di Final Piala Thomas 2020
Selama ini, salah satu dari mereka selalu dipasang sebagai pasukan terdepan. Sementara Fajar/Rian cenderung menunggu sebagai ganda putra ketiga yang kerap menjadi rotasi.
Namun, kali ini pasangan Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra sama-sama tak diturunkan. Hanya Kevin saja yang tampil, yang dipasangkan dengan Daniel Marthin.
Kepala pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi menjelaskan bahwa Marcus tidak dalam keadaan siap untuk tampil. Tenaganya terkuras habis, dan waktu pemulihan yang kurang dari 24 jam tidak cukup untuk mengembalikan tenaga.
“Kondisi Marcus sudah capek berat. Waktu 24 jam istirahat tidak cukup recovery-nya." kata Herry I.P.
Jika berbicara mengenai ganda putra Indonesia, terdapat dua pasangan yang langsung teringat. Mereka adalah pasangan nomor satu dunia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan duet veteran Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan .
Baca Juga: Herry I.P. Ungkap Penyebab Ceraikan Marcus/Kevin di Final Piala Thomas 2020
Selama ini, salah satu dari mereka selalu dipasang sebagai pasukan terdepan. Sementara Fajar/Rian cenderung menunggu sebagai ganda putra ketiga yang kerap menjadi rotasi.
Namun, kali ini pasangan Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra sama-sama tak diturunkan. Hanya Kevin saja yang tampil, yang dipasangkan dengan Daniel Marthin.
Kepala pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi menjelaskan bahwa Marcus tidak dalam keadaan siap untuk tampil. Tenaganya terkuras habis, dan waktu pemulihan yang kurang dari 24 jam tidak cukup untuk mengembalikan tenaga.
“Kondisi Marcus sudah capek berat. Waktu 24 jam istirahat tidak cukup recovery-nya." kata Herry I.P.
Lihat Juga :