Selamatkan Talenta Muda, Turnamen Bulu Tangkis Nasional Mulai Menggeliat
Senin, 01 November 2021 - 23:30 WIB
loading...
Turnamen YUZU Isotonic Akmil Open 2021 diharapkan menjadi momentum bangkitnya kejuaraan bulu tangkis berskala nasional di masa pandemi Covid-19. Foto: twitter
A
A
A
MAGELANG - Turnamen YUZU Isotonic Akmil Open 2021 diharapkan menjadi momentum bangkitnya kejuaraan bulu tangkis berskala nasional di masa pandemi Covid-19. Harapannya agar talenta muda bisa terbina lebih baik lagi.
Baca Juga: Hylo Open 2021: Indonesia Kekuatan Penuh di Ganda Putra, Tunggal Cuma Tommy
Kompetisi yang digelar mulai 28 Oktober-7 November di GOR Djarum dan GOR Suroto Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah ini diharapkan menjadi titik balik perputaran ekosistem bulu tangkis di Tanah Air.
Sebab, pandemi telah meniadakan turnamen dan kejuaraan bulu tangkis di dalam negeri. Hal ini menimbulkan berbagai persoalan. Dari sisi klub misalnya. Proses pembinaan atlet yang kelak mengharumkan nama bangsa harus tertunda.
Ini membuat program regenerasi menjadi tersendat. Hal ini dialami Pupuk Kaltim Badminton Club, asal Bontang, Kalimantan Timur. “Tidak adanya kejuaraan membuat kami kehilangan momentum dalam memupuk mentalitas atlet ketika bertanding di atas lapangan," jelas Bagas Mahardika.
"Untuk itu, kami berterimakasih kepada YUZU Isotonic dan Djarum Foundation, karena kami sudah sejak lama menunggu kejuaraan berskala nasional demi menjaga daya juang para atlet agar tidak hilang,” lanjut pelatih Pupuk Kaltim Badminton Club, itu.
Baca Juga: Hylo Open 2021: Indonesia Kekuatan Penuh di Ganda Putra, Tunggal Cuma Tommy
Kompetisi yang digelar mulai 28 Oktober-7 November di GOR Djarum dan GOR Suroto Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah ini diharapkan menjadi titik balik perputaran ekosistem bulu tangkis di Tanah Air.
Sebab, pandemi telah meniadakan turnamen dan kejuaraan bulu tangkis di dalam negeri. Hal ini menimbulkan berbagai persoalan. Dari sisi klub misalnya. Proses pembinaan atlet yang kelak mengharumkan nama bangsa harus tertunda.
Ini membuat program regenerasi menjadi tersendat. Hal ini dialami Pupuk Kaltim Badminton Club, asal Bontang, Kalimantan Timur. “Tidak adanya kejuaraan membuat kami kehilangan momentum dalam memupuk mentalitas atlet ketika bertanding di atas lapangan," jelas Bagas Mahardika.
"Untuk itu, kami berterimakasih kepada YUZU Isotonic dan Djarum Foundation, karena kami sudah sejak lama menunggu kejuaraan berskala nasional demi menjaga daya juang para atlet agar tidak hilang,” lanjut pelatih Pupuk Kaltim Badminton Club, itu.
Lihat Juga :