Selamatkan Talenta Muda, Turnamen Bulu Tangkis Nasional Mulai Menggeliat
Senin, 01 November 2021 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Tak menyia-nyiakan hadirnya lagi kejuaraan setelah menanti selama 1,5 tahun terakhir, Bagas menerjunkan empat atletnya untuk berlaga di beberapa kategori di YUZU Isotonic Akmil Open 2021. Kategorinya adalah Ganda Remaja Putra U-17, Tunggal Remaja Putra U-17, Ganda Remaja Campuran U-17, dan Tunggal Taruna Putri U-19.
Antusiasme terhadap kejuaraan yang digelar di dua gedung olahraga di Magelang ini, juga dirasakan para pemain klub PB Jaya Raya Jakarta. Sebanyak 28 atlet yang bertanding di Magelang, akhirnya dapat merasakan kembali atmosfer kompetisi yang sempat menghilang karena pandemi.
“Pertandingan seperti ini bisa membangkitkan semangat anak-anak lagi. Kejuaraan ini juga meriah, bagus, tertata rapih, dan prokes (protokol kesehatannya) ketat. Yang paling penting, mereka ikut kompetisi agar latihannya tidak sia-sia," jelas pelatih PB Jaya Raya, Maulana Chrissandi.
Sementara, legenda bulu tangkis Indonesia yang besar di klub PB Djarum, Sigit Budiarto mengemukakan turnamen ini terbukti mampu membendung rasa rindu para atlet terhadap olah raga paling populer di Tanah Air ini.
Jumlah peserta yang mencapai ribuan atlet dari berbagai kota di Tanah Air, menurutnya, menjadi indikator awal kebangkitan kompetisi bulutangkis nasional. "Menurut saya, kejuaraan ini cukup menarik. Gairahnya kembali timbul setelah dua tahun tidak ada kejuaraan atau turnamen resmi," tanggapnya.
Selain dari sisi klub dan atlet, turnamen ini juga menjadi angin segar bagi para perangkat pertandingan, khususnya referee dan wasit. Pasalnya, tak kalah pelik dengan kondisi atlet yang kekurangan turnamen untuk asah kemampuan, para pengatur dan pengadil pertandingan ini pun minim jam terbang selama pandemi.
Antusiasme terhadap kejuaraan yang digelar di dua gedung olahraga di Magelang ini, juga dirasakan para pemain klub PB Jaya Raya Jakarta. Sebanyak 28 atlet yang bertanding di Magelang, akhirnya dapat merasakan kembali atmosfer kompetisi yang sempat menghilang karena pandemi.
“Pertandingan seperti ini bisa membangkitkan semangat anak-anak lagi. Kejuaraan ini juga meriah, bagus, tertata rapih, dan prokes (protokol kesehatannya) ketat. Yang paling penting, mereka ikut kompetisi agar latihannya tidak sia-sia," jelas pelatih PB Jaya Raya, Maulana Chrissandi.
Sementara, legenda bulu tangkis Indonesia yang besar di klub PB Djarum, Sigit Budiarto mengemukakan turnamen ini terbukti mampu membendung rasa rindu para atlet terhadap olah raga paling populer di Tanah Air ini.
Jumlah peserta yang mencapai ribuan atlet dari berbagai kota di Tanah Air, menurutnya, menjadi indikator awal kebangkitan kompetisi bulutangkis nasional. "Menurut saya, kejuaraan ini cukup menarik. Gairahnya kembali timbul setelah dua tahun tidak ada kejuaraan atau turnamen resmi," tanggapnya.
Selain dari sisi klub dan atlet, turnamen ini juga menjadi angin segar bagi para perangkat pertandingan, khususnya referee dan wasit. Pasalnya, tak kalah pelik dengan kondisi atlet yang kekurangan turnamen untuk asah kemampuan, para pengatur dan pengadil pertandingan ini pun minim jam terbang selama pandemi.
Lihat Juga :