KONI dan PBESI Dukung eSports Jadi Ladang Prestasi
Kamis, 25 November 2021 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
“Tahun 2022 akan ada SEA Games di Vietnam dan eSports menjadi cabor yang dipertandingkan. Kita harapkan tim eSports kita nantinya memberikan sumbangsih medali di SEA Games. Kemudian di September ada Asian Games di Hangzhou juga ada eSports, tentu harapan kami eSports juga berikan prestasi di situ,” ungkap Ade.
Hal serupa dikemukakan Kabid Humas dan Komunikasi PBESI Ashadi Ang. Meski baru terbentuk pada Januari tahun lalu, PBESI telah bergerak cepat untuk menyusun kepengurusan serta roadmap pengelolaan eSports secara terstruktur dan berjenjang.
Dari sisi pembinaan, Ashadi mengatakan, PBESI tengah menyusun kerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar memasukan eSports sebagai ekstrakurikuler pendidikan di tingkat SMP, SMA, dan SMK.
Selanjutnya PBESI juga tengah menyiapkan rencana untuk membangun eSports training centre yang menjadi pemusatan latihan bagi para atlet eSports baik di tingkat Pelatnas maupun Pelatda.
Dalam hal talent scouting, PBESI juga sedang mempersiapkan yang disebut sistem poin eSports nasional, sebagai indikator untuk menentukan atlet-atlet eSports yang bisa masuk ke Pelatnas.
Hal ini nantinya akan diperkuat juga dengan sistem kompetisi nasional yang terdiri dari Liga 1, Liga 2, Liga Amatir maupun kejuaraan-kejuaraan lainnya baik mayor dan minor serta turnamen level komunitas.
“Kita ingin menciptakan ekosistem eSports yang adil, merata, terstruktur, dan berkesinambungan. Sebelumnya di PON kita sudah berhasil mempertandingkan eSports di Papua dan antusiasmenya sangat luar biasa," papar Ashadi.
"Jadi kita yakin bahwasanya eSports tidak melulu hanya di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, tapi ini akan mencakup keseluruhan di Tanah Air,” lanjutnya.
Hal serupa dikemukakan Kabid Humas dan Komunikasi PBESI Ashadi Ang. Meski baru terbentuk pada Januari tahun lalu, PBESI telah bergerak cepat untuk menyusun kepengurusan serta roadmap pengelolaan eSports secara terstruktur dan berjenjang.
Dari sisi pembinaan, Ashadi mengatakan, PBESI tengah menyusun kerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar memasukan eSports sebagai ekstrakurikuler pendidikan di tingkat SMP, SMA, dan SMK.
Selanjutnya PBESI juga tengah menyiapkan rencana untuk membangun eSports training centre yang menjadi pemusatan latihan bagi para atlet eSports baik di tingkat Pelatnas maupun Pelatda.
Dalam hal talent scouting, PBESI juga sedang mempersiapkan yang disebut sistem poin eSports nasional, sebagai indikator untuk menentukan atlet-atlet eSports yang bisa masuk ke Pelatnas.
Hal ini nantinya akan diperkuat juga dengan sistem kompetisi nasional yang terdiri dari Liga 1, Liga 2, Liga Amatir maupun kejuaraan-kejuaraan lainnya baik mayor dan minor serta turnamen level komunitas.
“Kita ingin menciptakan ekosistem eSports yang adil, merata, terstruktur, dan berkesinambungan. Sebelumnya di PON kita sudah berhasil mempertandingkan eSports di Papua dan antusiasmenya sangat luar biasa," papar Ashadi.
"Jadi kita yakin bahwasanya eSports tidak melulu hanya di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, tapi ini akan mencakup keseluruhan di Tanah Air,” lanjutnya.
Lihat Juga :