alexametrics

Terpincang-pincang, Anthony Joshua Pimpin Aksi Damai di Watford

loading...
Terpincang-pincang, Anthony Joshua Pimpin Aksi Damai di Watford
Aksi demonstrasi menolak rasisme di Amerika Serikat meluas ke berbagai negara. Di Inggris, aksi serupa dipimpin petinju kelas berat Anthony Joshua. Foto: Reuters
A+ A-
WATFORD - Aksi demonstrasi menolak rasisme di Amerika Serikat meluas ke berbagai negara. Di Inggris, tapatnya di Watford, aksi serupa berlangsung damai dipimpin petinju kelas berat Anthony Joshua.

Mengenakan pakaian serba hitam dengan hoodie bertuliskan Black Lives Matter, Joshua memimpin ratusan orang berjalan (long march) di kota kelahirannya di Watford. Meski harus dibantu tongkat -lantaran cederanya belum sembuh, semangat Joshua tidak terlihat surut.

Di tengah-tengah long march, Joshua berbicara mengguanakan pengeras suara. Petinju yang memenangkan sabuk juara dunia kelas berat WBA, WBO dan IBF itu berorasi mengutuk segala bentuk rasisme yang masih terjadi di dunia. (Baca juga: Baru 3 Tahun, Anak Tyson Fury Sudah Berani Tantang Anthony Joshua)



“Rasisme adalah virus, dan kita menggelar aksi demonstrasi seperti ini seperti vaksin,” kata Joshua dalam orasinya.
Terpincang-pincang, Anthony Joshua Pimpin Aksi Damai di Watford

Meski turun ke jalan, Joshua menekankan pada massa aksi agar tidak menyulut keributan, tak terprovokasi, apalagi sampai melakukan penjarahan dan membuat kerusuhan. Jika dilakukan dengan damai, kata Joshua, aksi demonstrasi seperti itu menurutnya akan lebih efektif.

“(Jangan rusuh, red) Kecuali kau ingin duduk di dalam penjara, menghabiskan bertahun-tahun hidupmu tanpa arti. Di sini ada sangat banyak kamera, ada banyak kecerdasan,” lanjut petinju 30 tahun tersebut.

Joshua menyebut kematian George Floyd -pria kulit hitam di Amerika Serikat yang kehabisan napas karena lehernya ditekan menggunakan lutut oleh polisi setempat, telah membuka mata dunia, bahwa rasisme masih ada. Joshua bahkan menyebut Floyd sebagai katalisator alias seseorang yang menimbulkan perubahan besar, atau mempercepat suatu peristiwa.

“George Floyd, kita semua mengenal namanya. Dia seorang katalisator,” kata Joshua.
Terpincang-pincang, Anthony Joshua Pimpin Aksi Damai di Watford

Setelah berorasi, Joshua kembali melakukan long march di kota Watford. Terdapat beberapa moment sang petinju kesulitan berjalan dengan tongkatnya sehingga ia mengendarai skuter listrik. (Baca juga: Perangi Rasisme, Michael Jordan Nyumbang Rp1,4 Triliun)
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak