Gagal ke Final Indonesia Open 2021, Jonatan Christie: Saya Sudah Melakukan Semuanya
Minggu, 28 November 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Jojo sebenarnya menerapkan taktik untuk membuat Axelsen banyak berlari dan memainkan permainan rally. Hanya saja, pemain berusia 24 tahun itu malah kurang sabar ketika menghadapi permainan unggulan kedua itu.
Pukulannya justru menjadi bumerang karena dia tidak tampil konsisten. Alih-alih berusaha memperpanjang laga, tetapi shuttlecock justru mengambang dan menguntungkan Axelsen yang notabene peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.
“Beberapa kali sebenarnya strateginya sudah tepat karena memang pola main lawan Viktor memang harus dibuat lari. Karena dia jangkauannya sangat panjang ketika saya bermain banyak menyerang, itu akan menjadi bumerang buat saya sendiri karena dia cuma satu langkah ke kiri kanan. Jadi saya sebisa mungkin tarik dia bagaimana caranya, dan saya bersiap defend dulu,” jelas Jojo.
“Tapi ya itu catatannya ketika konsistensinya itu. Saya sudah tahu, sudah benar penerapannya. Tetapi di pukulan 10 ke atas, saya pukulannya agak ngambang, beberapa kali dia enak dengan mudah nyerangnya. Padahal kalau saya fokus dengan konsistensi pukulan saya, ga perlu mematikan tetapi cukup di belakang, dia pun enggak gampang nyerang saya,” sambungnya.
Jojo juga menyesal karena gagal memanfaatkan kesempatan yang ada ketika fisik Axelsen mulai menurun. Bahkan, dia sudah mencoba untuk bangkit tetapi malah gagal.
Pukulannya justru menjadi bumerang karena dia tidak tampil konsisten. Alih-alih berusaha memperpanjang laga, tetapi shuttlecock justru mengambang dan menguntungkan Axelsen yang notabene peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.
“Beberapa kali sebenarnya strateginya sudah tepat karena memang pola main lawan Viktor memang harus dibuat lari. Karena dia jangkauannya sangat panjang ketika saya bermain banyak menyerang, itu akan menjadi bumerang buat saya sendiri karena dia cuma satu langkah ke kiri kanan. Jadi saya sebisa mungkin tarik dia bagaimana caranya, dan saya bersiap defend dulu,” jelas Jojo.
“Tapi ya itu catatannya ketika konsistensinya itu. Saya sudah tahu, sudah benar penerapannya. Tetapi di pukulan 10 ke atas, saya pukulannya agak ngambang, beberapa kali dia enak dengan mudah nyerangnya. Padahal kalau saya fokus dengan konsistensi pukulan saya, ga perlu mematikan tetapi cukup di belakang, dia pun enggak gampang nyerang saya,” sambungnya.
Jojo juga menyesal karena gagal memanfaatkan kesempatan yang ada ketika fisik Axelsen mulai menurun. Bahkan, dia sudah mencoba untuk bangkit tetapi malah gagal.
Lihat Juga :