Ini Beda Pemain Naturalisasi dan Pemain Keturunan Indonesia seperti Marc Klok dan Elkan Baggott 

Kamis, 02 Desember 2021 - 10:15 WIB
loading...
Ini Beda Pemain Naturalisasi dan Pemain Keturunan Indonesia seperti Marc Klok dan Elkan Baggott 
Ini Beda Pemain Naturalisasi dan Pemain Keturunan Indonesia seperti Marc Klok dan Elkan Baggott/Sindonews
A A A
Apa perbedaan pemain naturalisasi Indonesia dan pemain keturunan Indonesia? Dua macam pemain ini sangat hangat isunya akhir-akhir ini karena menjelang Piala AFF dan banyaknya pemain keturunan Indonesia yang siap membela timnas Indonesia

Pemain naturalisasi Indonesia sudah cukup banyak. Diawali dari era Cristian Gonzales, Marc Klok , hingga Ilija Spasojevic, kini isu pemain keturunan Indonesia menjadi isu yang sangat hangat. Apalagi pemain keturunan Indonesia ini memiliki karier sepak bola yang lebih mentereng di Eropa.

Baca Juga: Resmi Jadi WNI, Marc Klok Bisa Bela Timnas Indonesia

Pemain keturunan Indonesia saat ini juga sudah banyak. Mulai dari Irfan Bachdim, Kim Jeffery Kurniawan, hingga Elkan Baggott menjadi perhatian pecinta sepak bola Indonesia. Hal ini dikarenakan mereka memiliki darah Indonesia di dalam tubuh mereka dari orang tua mereka. Berikut perbedaan pemain naturalisasi Indonesia dan pemain keturunan Indonesia dari berbagai sisi:

1. Darah Indonesia.
Darah Indonesia ini tidak dimiliki oleh pemain naturalisasi. Darah Indonesia berasal dari orang tua, kakek, atau nenek yang berasal dari Indonesia. Walaupun mereka menikah dengan warga negara asing, anak mereka tetap memiliki darah Indonesia di dalamnya.
Pemain keturunan Indonesia memiliki darah Indonesia dari orang tua, kakek, atau neneknya. Soal darah ini terjadi pada Elkan Baggott . Ayah Elkan adalah orang Inggris. Namun ibunya adalah orang Indonesia.

Ini yang membuatnya memiliki darah Indonesia di dalam dirinya dan bisa disebut pemain keturunan Indonesia. Hal ini juga terjadi pada Kim Jeffrey Kurniawan. Ayah Kim adalah orang Indonesia bernama Lucky Kurniawan. Sedangkan ibu Kim adalah orang Jerman.

Ini membuat Kim bisa disebut pemain keturunan karena memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Darah Indonesia inilah yang tidak dimiliki oleh pemain naturalisasi seperti Marc Klok, Cristian Gonzales, hingga Ilija Spasojevic. Walau sudah menjadi WNI saat ini, mereka secara biologis tidak memiliki darah Indonesia.

Situasi ini membuat mereka harus memenuhi syarat tertentu agar bisa tampil di timnas Indonesia. Marc Klok harus memenuhi syarat FIFA untuk tampil di timnas Indonesia yakni tinggal 5 tahun di Indonesia. Klok harus menunggu sampai 2022 agar bisa tampil di timnas Indonesia. Walau sudah memiliki paspor Indonesia, Klok harus menunggu hingga tahun 2022.

2. Paspor Indonesia
Pemain keturunan dan pemain naturalisasi juga memiliki perbedaan di dokumen internasional, yakni paspor. Pemain keturunan seperti Irfan Bachdim, Kim Jeffrey, dan Elkan Baggott bisa lebih mudah mendapatkan paspor Indonesia karena memiliki darah Indonesia. Walaupun sempat memiliki paspor negara lain, pemain keturunan bisa mendapatkan paspor Indonesia jika mereka menginginkannya.

Baca Juga:

Jika mereka belum punya paspor, maka mereka bisa memilih kewarganegaraan sesuai keinginan. Kasus ini terjadi pada Irfan Bachdim ketika dia harus memilih warga negara Belanda atau Indonesia. Ketika umur 17 tahun, Bachdim memilih untuk membuat KTP dan menjadi warga negara Indonesia mengikuti jejak ayahnya. Keputusan itu membuatnya melepas paspor Belanda yang dia punya sejak kecil.

Ini berbeda dengan pemain naturalisasi. Pemain naturalisasi sebelumnya sudah memiliki paspor negara lain saat usia mereka dewasa. Mereka baru berpindah menjadi WNI ketika mereka sudah memenuhi syarat tertentu dari sisi hukum di Indonesia.
Selain harus memenuhi syarat menjadi WNI dari sisi hukum di Indonesia, pemain naturalisasi juga harus memenuhi syarat dari FIFA agar bisa tampil di timnas negara barunya. Di sinilah perbedaan pemain naturalisasi dan keturunan di mana pemain keturunan Indonesia bisa langsung membela timnas Indonesia setelah mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.
(aww)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2861 seconds (11.252#12.26)