Terungkap! Penyebab Shin Tae-yong Bongkar Pasang Striker di Piala AFF 2020
Minggu, 02 Januari 2022 - 14:18 WIB
loading...
Penyerang Timnas Indonesia Ezra Walian (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Singapura Irfan Fandi (kanan) di Piala AFF 2020. Foto: PSSI
A
A
A
KALLANG - Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong menyebut bahwa lubang besar di skuadnya saat ini ada di sektor penyerang (striker). Itu sebabnya Timnas Indonesia terpaksa bongkar-pasang penyerang di Piala AFF 2020.
"Itu menjadi posisi yang paling lemah di skuad ini," ujar Shin dalam konferensi pers sesudah pertandingan leg kedua final Piala AFF 2020 kontra Thailand, Sabtu (1/1/2022) malam.
Kata juru taktik asal Korea Selatan itu, Indonesia sulit memiliki penyerang andal lantaran klub-klub di Liga 1 Indonesia nyaris selalu mempercayakan posisi striker kepada pemain asing.
Baca Juga: Rahasia Lemparan Granat Pratama Arhan, Pemain Muda Terbaik di Piala AFF 2020
Hal tersebut, kata Shin, menjadi penghambat berkembangnya kemampuan dan potensi penyerang-penyerang lokal.
"Klub-klub banyak memakai orang asing sebagai 'striker' dan itu membuat penyerang Indonesia sulit berkembang," tutur pelatih timnas Korsel di Piala Dunia 2018 itu.
Situasi tersebut berpengaruh pula ke Piala AFF 2020 yang digelar di Singapura. Meski Indonesia berhasil menjadi tim peringkat kedua (runner up), kontribusi penyerang dari sisi gol bisa dikatakan sangat kurang.
Dari empat striker yang dibawa Shin ke Piala AFF 2020, yaitu Dedik Setiawan, Ezra Walian, Kushedya Yudo dan Hanis Sagara, hanya Ezra yang bisa membuat gol di turnamen yaitu dua gol.
"Itu menjadi posisi yang paling lemah di skuad ini," ujar Shin dalam konferensi pers sesudah pertandingan leg kedua final Piala AFF 2020 kontra Thailand, Sabtu (1/1/2022) malam.
Kata juru taktik asal Korea Selatan itu, Indonesia sulit memiliki penyerang andal lantaran klub-klub di Liga 1 Indonesia nyaris selalu mempercayakan posisi striker kepada pemain asing.
Baca Juga: Rahasia Lemparan Granat Pratama Arhan, Pemain Muda Terbaik di Piala AFF 2020
Hal tersebut, kata Shin, menjadi penghambat berkembangnya kemampuan dan potensi penyerang-penyerang lokal.
"Klub-klub banyak memakai orang asing sebagai 'striker' dan itu membuat penyerang Indonesia sulit berkembang," tutur pelatih timnas Korsel di Piala Dunia 2018 itu.
Situasi tersebut berpengaruh pula ke Piala AFF 2020 yang digelar di Singapura. Meski Indonesia berhasil menjadi tim peringkat kedua (runner up), kontribusi penyerang dari sisi gol bisa dikatakan sangat kurang.
Dari empat striker yang dibawa Shin ke Piala AFF 2020, yaitu Dedik Setiawan, Ezra Walian, Kushedya Yudo dan Hanis Sagara, hanya Ezra yang bisa membuat gol di turnamen yaitu dua gol.
Lihat Juga :