Raheem Sterling Buka-bukaan Soal Rasisme di Sepak Bola
Rabu, 10 Juni 2020 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
Periode yang sangat signifikan terjadi antara 2002/2003 dan 2007/2008, yang melihat proporsi BAME Inggris meningkat dari 22% menjadi 33% di papan atas. Sementara fluktuasi lebih besar, proporsi penampilan pemain BAME naik dari 7% di Euro 96 menjadi 50% di Euro 2012. (Baca juga: Bocoran Jadwal Pembuka MotoGP di Sirkuit Jerez)
Ketika Inggris menjadi tuan rumah Euro pada 1996, Paul Ince dan Campbell adalah satu-satunya pemain BAME yang muncul selama lima pertandingan. Sebaliknya, pertandingan pembuka Inggris saat Euro 2012 melawan Prancis, ada Glen Johnson, Cole, Joleon Lescott, Ashley Young, Danny Welbeck, Alex Oxlade-Chamberlain, Jermain Defoe, dan Theo Walcott, semuanya bermain.
Sementara itu, berdasarkan laporan yang dibuat Kick It Out pada 2019, memperlihatkan laporan rasisme di sepak bola Inggris naik 43% dari 192 menjadi 274 musim lalu. Laporan pelecehan dalam sepak bola profesional dan akar rumput meningkat 32% menjadi 422, naik dari 319 selama musim 2017/202018. Sementara 159 laporan selanjutnya diterima melalui media sosial.
Laporan diskriminasi berbasis agama, termasuk Islamofobia dan anti-Semitisme, naik 75% dari 36 menjadi 63, persentase yang lebih tinggi daripada bentuk pelecehan lain selama periode tersebut. Ini adalah tahun ketujuh berturut-turut melaporkan insiden diskriminasi dalam sepak bola telah meningkat dan total laporan 581 lebih dari dua kali lipat angka dari lima tahun lalu. (Baca juga: Langka, Covid-19 Ditularkan Orang Tanpa Gejala)
"Dalam beberapa kasus yang telah kami lihat, ada kebencian nyata di sana yang belum pernah kita saksikan di masa lalu di mana itu benar-benar kejam dan sangat ditargetkan, terutama di media sosial. Beberapa laporan media sosial yang kami lihat, Anda tidak ingin orang lain melihatnya,” kata Ketua Kick It Out Roisin Wol, dikutip BBC, tahun lalu. (Maruf)
Ketika Inggris menjadi tuan rumah Euro pada 1996, Paul Ince dan Campbell adalah satu-satunya pemain BAME yang muncul selama lima pertandingan. Sebaliknya, pertandingan pembuka Inggris saat Euro 2012 melawan Prancis, ada Glen Johnson, Cole, Joleon Lescott, Ashley Young, Danny Welbeck, Alex Oxlade-Chamberlain, Jermain Defoe, dan Theo Walcott, semuanya bermain.
Sementara itu, berdasarkan laporan yang dibuat Kick It Out pada 2019, memperlihatkan laporan rasisme di sepak bola Inggris naik 43% dari 192 menjadi 274 musim lalu. Laporan pelecehan dalam sepak bola profesional dan akar rumput meningkat 32% menjadi 422, naik dari 319 selama musim 2017/202018. Sementara 159 laporan selanjutnya diterima melalui media sosial.
Laporan diskriminasi berbasis agama, termasuk Islamofobia dan anti-Semitisme, naik 75% dari 36 menjadi 63, persentase yang lebih tinggi daripada bentuk pelecehan lain selama periode tersebut. Ini adalah tahun ketujuh berturut-turut melaporkan insiden diskriminasi dalam sepak bola telah meningkat dan total laporan 581 lebih dari dua kali lipat angka dari lima tahun lalu. (Baca juga: Langka, Covid-19 Ditularkan Orang Tanpa Gejala)
"Dalam beberapa kasus yang telah kami lihat, ada kebencian nyata di sana yang belum pernah kita saksikan di masa lalu di mana itu benar-benar kejam dan sangat ditargetkan, terutama di media sosial. Beberapa laporan media sosial yang kami lihat, Anda tidak ingin orang lain melihatnya,” kata Ketua Kick It Out Roisin Wol, dikutip BBC, tahun lalu. (Maruf)
(ysw)
Lihat Juga :