Raheem Sterling Buka-bukaan Soal Rasisme di Sepak Bola
Rabu, 10 Juni 2020 - 12:29 WIB
loading...
Raheem Sterling. Foto/Istimewa
A
A
A
MANCHESTER - Tentu ini butuh data yang lebih akurat untuk mengonfirmasi pernyataan Raheem Sterling tentang semakin menguatkan adanya ketidakadilan antara pelaku sepak bola BAME (istilah yang mengacu pada warna kulit hitam, Asia, dan etnis minoritas). Sterling menyebut kelompok BAME kurang mendapatkan apresiasi dibandingkan kulit putih.
Pernyataan Sterling itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan BBC Newsnight. Menurut dia, perbedaan kesempatan antara pria kulit putih dan hitam dalam karier di sepak bola. Seperti dalam karier kepelatihan. Dia mengambil contoh pada kasus Steven Gerrard, Frank Lampard, Sol Campbell, dan Ashley Cole di mana keempatnya sudah memiliki sertifikasi pelatih.
Tapi, dalam perspektif Sterling, Gerrard dan Lampard diuntungkan lahir sebagai kulit putih sehingga bisa menangani tim. Gerrard di Rangers dan Lampard menukangi Chelsea. Tapi, Campbell dan Cole masih belum mendapatkan kesempatan. (Baca: Liverpool Kuasai Daftar 10 Pemain Termahal Dunia)
Padahal, lanjut Sterling, keempatnya memiliki karier hebat dan pernah bermain untuk timnas Inggris. “Pada saat yang sama, mereka semua sudah mendapatkan lencana kepelatihan melatih di level tertinggi dan dua yang belum diberi peluang adalah mantan pemain kulit hitam. Saya merasa seperti itulah yang kurang di sini,” kata Sterling, dikutip Skysports.
Karena itu, menurut pemain sayap Manchester City tersebut, protes pada rasisme tidak sekadar menaruh lutut (gerakan dimulai quarterback NFL Colin Kaepernick), tapi butuh aksi nyata dengan memberikan kesempatan sama besar karena kemampuan, bukan warna kulit.
Dia kemudian menyebut bagaimana diskriminasi itu masih terasa di sepak bola. Masih ada jurang perbedaan antara pemain kulit putih dan BAME dalam karier, perlakukan, dan penentuan pendapatan. "Ada sekitar 500 pemain di Liga Primer dan sepertiga dari mereka berkulit hitam. Kami tidak memiliki perwakilan kami dalam hierarki dan tidak ada perwakilan kami dalam staf pelatih,” tandasnya.
Bicara tentang jumlah pemain BAME, mengalami peningkatan sejak liga dimulai pada tahun 1992. Penelitian yang dilakukan talkSPORT mengungkapkan pada akhir pekan pembukaan musim Liga Primer musim 2017, ada 218 pemain Inggris di semua starting line-up, 36 di antaranya berasal dari latar belakang BAME; proporsi 16,5%. Sementara saat musim 2017/2018 dimulai, proporsinya adalah 33%.
Pernyataan Sterling itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan BBC Newsnight. Menurut dia, perbedaan kesempatan antara pria kulit putih dan hitam dalam karier di sepak bola. Seperti dalam karier kepelatihan. Dia mengambil contoh pada kasus Steven Gerrard, Frank Lampard, Sol Campbell, dan Ashley Cole di mana keempatnya sudah memiliki sertifikasi pelatih.
Tapi, dalam perspektif Sterling, Gerrard dan Lampard diuntungkan lahir sebagai kulit putih sehingga bisa menangani tim. Gerrard di Rangers dan Lampard menukangi Chelsea. Tapi, Campbell dan Cole masih belum mendapatkan kesempatan. (Baca: Liverpool Kuasai Daftar 10 Pemain Termahal Dunia)
Padahal, lanjut Sterling, keempatnya memiliki karier hebat dan pernah bermain untuk timnas Inggris. “Pada saat yang sama, mereka semua sudah mendapatkan lencana kepelatihan melatih di level tertinggi dan dua yang belum diberi peluang adalah mantan pemain kulit hitam. Saya merasa seperti itulah yang kurang di sini,” kata Sterling, dikutip Skysports.
Karena itu, menurut pemain sayap Manchester City tersebut, protes pada rasisme tidak sekadar menaruh lutut (gerakan dimulai quarterback NFL Colin Kaepernick), tapi butuh aksi nyata dengan memberikan kesempatan sama besar karena kemampuan, bukan warna kulit.
Dia kemudian menyebut bagaimana diskriminasi itu masih terasa di sepak bola. Masih ada jurang perbedaan antara pemain kulit putih dan BAME dalam karier, perlakukan, dan penentuan pendapatan. "Ada sekitar 500 pemain di Liga Primer dan sepertiga dari mereka berkulit hitam. Kami tidak memiliki perwakilan kami dalam hierarki dan tidak ada perwakilan kami dalam staf pelatih,” tandasnya.
Bicara tentang jumlah pemain BAME, mengalami peningkatan sejak liga dimulai pada tahun 1992. Penelitian yang dilakukan talkSPORT mengungkapkan pada akhir pekan pembukaan musim Liga Primer musim 2017, ada 218 pemain Inggris di semua starting line-up, 36 di antaranya berasal dari latar belakang BAME; proporsi 16,5%. Sementara saat musim 2017/2018 dimulai, proporsinya adalah 33%.
Lihat Juga :