Sepak Bola di Indonesia Tanpa Penonton, Apa Mungkin?

Rabu, 10 Juni 2020 - 15:43 WIB
loading...
Sepak Bola di Indonesia...
Antrean masuk penonton Timnas Indonesia vs Islandia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 15 Januari 2018 lalu. Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Beberapa liga top Eropa kembali menggelar pertandingan sepak bola tanpa penonton. Sepak bola nasional berjalan mengarah ke sana, tetapi apakah kita sudah siap?

Wacana menggelar pertandingan Liga 1 2020 di tengah wabah virus corona mulai mengemuka. Ada skenario membatasi stadion tak lebih dari 250 orang ketika sepak bola nasional kembali digelar. (Baca juga: Skenario New Normal, Bagaimana Nasib Sepak Bola Nasional? )

Skenarionya adalah hanya pemain, wasit, ofisial, medis, jurnalis, dan petugas keamanan yang diperbolehkan masuk ke dalam stadion. Namun tidak ada jaminan suporter tidak datang menyerbu lokasi pertandingan.

Mantan penggawa Timnas Indonesia , Zulkifli Syukur, dalam acara bincang bersama pengamat sepak bola Maruf El Rumi dan Abdul Haris di akun Youtube SINDOnews, Rabu (10/6/2020), mengatakan, wacana menggelar pertandingan tanpa penonton di Indonesia merupakan hal yang rumit. Tak cuma butuh komitmen dari suporter, pihak klub juga perlu memastikan laga digelar sesuai protokol kesehatan yang ketat.

“Misalnya tes kesehatan rutin, tidak cuma saat mau bertanding, tetapi juga ketika hendak latihan,” kata Zulkifli Syukur yang saat ini memperkuat PSM Makassar.

Sementara itu, Abdul Harris mengatakan, pertandingan sepak bola tanpa penonton tidak akan menggerakkan roda ekonomi. Terutama tim besar seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, dan PSM Makassar yang sumber pendapatannya berasal dari penonton.

"Tanpa penonton, lebih dari separuh pemasukan mereka (klub) hilang.” kata pria yang akrab disapa Bung Ais.

Kerugian menggelar pertandingan tanpa penonton sebetulnya tak cuma dirasakan di Indonesia. Menurut Maruf El Rumi, liga-liga top di Eropa yang melanjutkan liga tanpa suporter juga menghadapi masalah yang sama.

“Apalagi seperti di Jerman, Borussia Dortmund punya suporter fanatik yang selalu memadati stadion. Berbeda dengan di Inggris atau di dua klub La Liga, Real Madrid dan Barcelona, yang lebih banyak suporter turisnya, kalau di Bundesliga rata-rata suporternya fanatik seperti di sini,” kata Maruf.

Untuk menggelar pertandingan Liga 1 di era new normal, semua sepakat butuh perhatian khusus terutama terkait faktor keselamatan pemain. Selain itu pihak keamanan juga harus menjamin para suporter tidak nekat datang ke stadion.

Dialog New Normal Sepak Bola bertajuk “Tanpa Suporter Kurang Greget” dipandu jurnalis SINDOnews dan Koran Sindo, Hanna Fauzie. (Baca juga: FIFA Serukan Reformasi Keuangan )
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Sepak Bola Gelorakan...
Sepak Bola Gelorakan Kampanye Dont Stop The Celebration, Ajak Masyarakat Rayakan Kebersamaan
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Special Bola
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: De Oranje Menang Besar?
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Menang Lagi?
Jeda Minum di Piala...
Bola Dunia
Jeda Minum di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, Jurgen Klopp Justru Punya Sudut Pandang Unik
Rekomendasi
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Berita Terkini
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Kontroversi Jeda Hidrasi...
Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved