Dosa Besar Puig, Biarkan Pedrosa Pergi dan Pengembangan RC213V Jadi Lambat
Selasa, 11 Januari 2022 - 19:02 WIB
loading...
Mantan manajer Repsol Honda, Livio Suppo , menyalahkan Alberto Puig karena membiarkan Dani Pedrosa pergi / Foto: KTM
A
A
A
MADRID - Mantan manajer Repsol Honda, Livio Suppo , menyalahkan Alberto Puig karena membiarkan Dani Pedrosa pergi. Ini bukan tanpa alasan, sebab sejak ditinggal pria berusia 36 tahun tersebut, pabrikan Jepang lebih banyak menaruh ketergantungan pada Marc Marquez.
Alhasil, proyek pengembangan motor RC213V Honda agak sedikit terhambat lantaran Marquez masih menjalani proses pemulihan cedera. Sementara jelang balapan, tim belum dapat mengonfirmasi apakah Marquez bisa membalap atau tidak.
Inilah yang dikomentari Suppo . Menurutnya, di masa lalu, Honda telah banyak melakukan langkah keliru. "Sudah tahun lalu jelas pembangunan tim tidak ke arah yang benar, tapi seolah-olah sinyal dari trek dan dari pembalap sendiri diabaikan , ” kata Suppo dilansir dari Motosan, Selasa (11/1/2022).
BACA JUGA: Quartararo Anggap Pensiunnya Rossi dari MotoGP Tidak Masuk Akal
Lebih lanjut, Suppo menilai kesalahan Honda adalah membiarkan Pedrosa pergi meninggalkan tim. Karena menurutnya perkembangan motor RC213V hanya memusatkan Marquez untuk menjadi lebih kuat setiap musimnya.
Alhasil, proyek pengembangan motor RC213V Honda agak sedikit terhambat lantaran Marquez masih menjalani proses pemulihan cedera. Sementara jelang balapan, tim belum dapat mengonfirmasi apakah Marquez bisa membalap atau tidak.
Inilah yang dikomentari Suppo . Menurutnya, di masa lalu, Honda telah banyak melakukan langkah keliru. "Sudah tahun lalu jelas pembangunan tim tidak ke arah yang benar, tapi seolah-olah sinyal dari trek dan dari pembalap sendiri diabaikan , ” kata Suppo dilansir dari Motosan, Selasa (11/1/2022).
BACA JUGA: Quartararo Anggap Pensiunnya Rossi dari MotoGP Tidak Masuk Akal
Lebih lanjut, Suppo menilai kesalahan Honda adalah membiarkan Pedrosa pergi meninggalkan tim. Karena menurutnya perkembangan motor RC213V hanya memusatkan Marquez untuk menjadi lebih kuat setiap musimnya.
Lihat Juga :