Sikap Positif Pemain Inggris Terhadap Rasisme Mendapat Apresiasi
Kamis, 11 Juni 2020 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Di Inggris kesempatan mantan para pemain kulit hitam menjadi pelatih terbilang kecil. Sebagai contoh, Steven Gerard dan Frank Lampar bisa melatih di level elite, sedangkan Sol Campbell dan Ashley Cole harus berjuang bersama klub kasta lebih rendah. Desakan membuka selebar-lebarnya kesempatan juga diutarakan Sterling dan Jermain Defoe. (Baca juga: Sterling: Rasisme Sama juga Pandemi Covid-19 yang Harus Dihentikan)
Southgate menyadari keresahan itu. Mantan pelatih Middlesbrough itu menegaskan, semua orang berhak mendapatkan pekerjaan terbaik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. "Kami harus menghindari perasaan bahwa Anda tidak bisa mencapai sesuatu karena itu menghentikan beberapa orang untuk mendapatkannya. Kami harus memastikan peluang ada di sana ketika orang-orang berkualitas dan mampu,” ujar Southgate.
Selain memuji hal positif yang dilakukan para pemainnya, Southgate mengatakan, dia dan stafnya selalu berkomunikasi dengan skuadnya selama lockdown dengan menggunakan video call yang dinilainya sangat membantu agar hubungan baik seluruh anggota tim tetap terjaga.
Tidak lupa, pelatih 49 tahun tersebut mengamati pemain-pemain yang melanggar aturan pembatasan sosial, seperti gelandang Aston Villa Jack Grealish, bek Manchester City Kyle Walker, pemain depan Borussia Dortmund Jadon Sancho, dan gelandang Chelsea Mason Mount. (Baca juga: Pengamat Beberkan Perbedaan Kasus Rasilais Floyd di Amerika dan Papua)
Meski memberikan teguran tegas kepada pemainnya, Southgate berharap para pemainnya bisa belajar dari pengalaman dan menjadi lebih baik lagi sehingga tercipta lingkungan kondusif di ruang ganti tim Inggris. "Saya tidak pernah menilai seorang pemain atau orang dalam satu interaksi atau satu kesalahan penilaian, kita semua manusia dan kita semua kadang-kadang berbuat salah,” ujar Southgate. (Alimansyah)
Southgate menyadari keresahan itu. Mantan pelatih Middlesbrough itu menegaskan, semua orang berhak mendapatkan pekerjaan terbaik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. "Kami harus menghindari perasaan bahwa Anda tidak bisa mencapai sesuatu karena itu menghentikan beberapa orang untuk mendapatkannya. Kami harus memastikan peluang ada di sana ketika orang-orang berkualitas dan mampu,” ujar Southgate.
Selain memuji hal positif yang dilakukan para pemainnya, Southgate mengatakan, dia dan stafnya selalu berkomunikasi dengan skuadnya selama lockdown dengan menggunakan video call yang dinilainya sangat membantu agar hubungan baik seluruh anggota tim tetap terjaga.
Tidak lupa, pelatih 49 tahun tersebut mengamati pemain-pemain yang melanggar aturan pembatasan sosial, seperti gelandang Aston Villa Jack Grealish, bek Manchester City Kyle Walker, pemain depan Borussia Dortmund Jadon Sancho, dan gelandang Chelsea Mason Mount. (Baca juga: Pengamat Beberkan Perbedaan Kasus Rasilais Floyd di Amerika dan Papua)
Meski memberikan teguran tegas kepada pemainnya, Southgate berharap para pemainnya bisa belajar dari pengalaman dan menjadi lebih baik lagi sehingga tercipta lingkungan kondusif di ruang ganti tim Inggris. "Saya tidak pernah menilai seorang pemain atau orang dalam satu interaksi atau satu kesalahan penilaian, kita semua manusia dan kita semua kadang-kadang berbuat salah,” ujar Southgate. (Alimansyah)
(ysw)
Lihat Juga :