Novak Djokovic Dilarang Masuk Australia Selama 3 Tahun

Senin, 17 Januari 2022 - 09:30 WIB
loading...
Novak Djokovic Dilarang...
Novak Djokovic harus mengubur harapannya mengikuti Grand Slam Australia Terbuka 2022. Bukan hanya pada edisi ini saja, melainkan hingga tiga tahun ke depan. Foto: bloomberg
A A A
MELBOURNE - Novak Djokovic harus mengubur harapannya mengikuti Grand Slam Australia Terbuka 2022. Bukan hanya pada edisi ini saja, melainkan hingga tiga tahun ke depan.

Baca Juga: Dideportasi Pemerintah Australia, Djokovic: Saya Hormati Pengadilan

Djokovic terpaksa meninggalkan Australia karena upayanya agar tetap mendapatkan visa tidak membuahkan hasil. Pemerintah pusat tetap dengan keputusannya untuk tidak memberi izin kepada petenis asal Serbia itu.

Ini semua buntut pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Dkokovic. The Djoker tidak melengkapi persyaratan berpergian ke luar negeri, khususnya Australia lantaran sama sekali belum melakukan vaksin.

Situasinya makin parah karena Djokovic dinilai melanggar aturan karantina ketika terpapar Covid-19 pada pertengahan Desember 2021. Meski sudah positif dan harusnya melakukan isolasi, dia tetap mengikuti wawancara dengan media Prancis.

Adapun alasan Djokovic tetap mengunjungi Negeri Kangguru karena merasa mendapat dispensasi medis dari penyelenggara Australia Terbuka. Namun, itu dianggap tidak berlaku oleh petugas Imigrasi.

Akibatnya, Djokovic digelandang ke hotel tempat para pengungsi. Dia sempat tinggal disana selama hampir 10 hari hingga akhirnya diputuskan tetap dideportasi oleh pemeritah Australia.

Padahal, menurut jadwal Australia Terbuka, Djokovic akan melawan kompatriotnya, Miomir Kecmanovic pada pertandingan pertama pada hari ini. Sekarang tempatnya diserahkan kepada petenis peringkat 150 dunia asat Italia, Salvatore Caruso.

Parahnya lagi, Djokovic juga dilarang mengunjungi Australia selama tiga tahun. Artinya, veteran berusia 34 tahun itu bukan hanya absen di Australia Terbuka 2022 saja, juga pada edisi 2023 dan 2024.

Ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Australia, Karen Andrews. Dia mengatakan Menteri Imigrasi, Alex Hawke tetap membatalkan visa Djokovic.

"Hasil yang didapat dari proses yang masuk ke Pengadilan Federal dan keputusan mereka: Visa dibatalkan oleh Menteri (Imigrasi Alex) Hawke," ucap Andrews.

"Pembatalan itu dikuatkan oleh Pengadilan Federal. Jadi sebagai akibatnya, dia (Novak Djokovic) akan dilarang masuk selama tiga tahun ke Australia," lanjutnya, dilansir skysport.

Djokovic sempat memenangkan banding pada upaya pertamanya untuk membatalkan keputusan deportasi yang dikeluarkan Pemerintah Australia. Saat itu, hakim menyebut keputusan pencabutan visanya tidak masuk akal.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Novak Djokovic Dideportasi dan Batal Tampil di Australia Terbuka 2022

Tapi, Hawke menggunakan wewenangnya untuk kembali membatalkan visa Djokovic pada Jumat (21/1/2022). Alhasil, Djokovic harus meninggalkan Australia pada Minggu (16/1/2022) malam dan tidak boleh datang lagi hingga tiga tahun ke depan.

"Sekarang ada beberapa alasan kuat yang mungkin bisa digunakan. Tapi, itu semua bersifat hipotetis saat ini. Setiap kebijakan akan ditinjau berdasarkan manfaatnya," pungkas Andrews.

(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Petenis Paling Berbakat...
3 Petenis Paling Berbakat di Dunia yang Tak Pernah Menjuarai Grand Slam
Janice Tjen Terhenti...
Janice Tjen Terhenti di Babak Pertama French Open 2026
Kejutan, Janice Tjen...
Kejutan, Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Indian Wells 2026 usai Ditekuk Jaqueline Cristian
Janice Tjen Bicara Target...
Janice Tjen Bicara Target Jelang Tampil di Indian Wells 2026
Janice Tjen Tembus Ranking...
Janice Tjen Tembus Ranking 36 Dunia, Bayangi Rekor Legendaris Yayuk Basuki
Janice Tjen Kalahkan...
Janice Tjen Kalahkan Petenis Kanada, Tembus 16 Besar Dubai Championships 2026
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Lapangan Tenis Tak Lagi...
Lapangan Tenis Tak Lagi Sekadar Arena Bermain, Standar Dunia Jadi Acuan
Rayakan Usia 6 Dekade,...
Rayakan Usia 6 Dekade, Bank Papua Gelar Turnamen Tenis Bank Papua Open 2026
Special Bola
Hadapi Argentina di...
Bola Dunia
Hadapi Argentina di 32 Besar Piala Dunia 2026, Timnas Cape Verde: Kami Bangga!
Jadwal 32 Besar Piala...
Bola Dunia
Jadwal 32 Besar Piala Dunia 2026: Ada Brasil vs Jepang hingga Argentina vs Cape Verde
Klasemen Sementara Peringkat...
Bola Dunia
Klasemen Sementara Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026: Uruguay Gugur, Paraguay dan Senegal Lolos 32 Besar!
Rekomendasi
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Berita Terkini
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved