Kurang Adil, Persebaya Minta Aturan Penundaan Laga Terkait Covid-19 Ditinjau

Minggu, 06 Februari 2022 - 01:01 WIB
loading...
Kurang Adil, Persebaya Minta Aturan Penundaan Laga Terkait Covid-19 Ditinjau
Tim Persebaya Surabaya/Foto/Media Officer Persebaya
A A A
SURABAYA - Kasus Covid-19 klaster Liga 1 kian banyak menyerang klub. Persebaya Surabaya mengusulkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) meninjau ulang aturan penundaan laga terkait jumlah minimal pemain.

Saat ini, berdasarkan regulasi Liga 1 2021/2022 pasal 52 nomor 7, syarat minimal pemain yang bisa berlaga di Liga 1 musim 2021 yakni minimal 14 pemain. Menurut Pelatih Persebaya Aji Santoso hal itu dirasa cukup memberatkan bagi tim yang kehilangan banyak pemain akibat Covid-19.

Baca juga: Hasil Liga Futsal Profesional: BTS Gelontor Sadakata FC Setengah Lusin Gol

Hal itu layak ditinjau ulang. Pasalnya badai Covid-19 tengah menerjang tim-tim Liga 1 Indonesia. Apalagi pengalaman Persebaya yang harus bermain dengan 15 pemain.

"Memang, ini menurut pendapat saya ya, ini memberi masukan terhadap federasi, ataupun LIB, dengan tujuan menjaga dua aspek," ujar Aji Santoso, saat konferensi pers virtual, pada Sabtu siang (5/2/2022).

Baca juga: Gagal Penalti Saat MU Tersingkir dari Piala FA, Cristiano Ronaldo Jadi Olok-olok Netizen

Pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang, ini memaparkan peninjauan ulang penundaan pertandingan demi meningkatkan kualitas kompetisi dan faktor keadilan. Pasalnya dengan absennya banyak pemain akan memengaruhi kualitas pertandingan.

"Paling penting faktor keadilan, kenapa karena saya merasakan sekali betapa susahnya kita mengotak-atik taktikal strategi, ketika pemain kami tidak lengkap," terang Aji.

"Itu pun juga terjadi ketika Tira Persikabo melawan Bali United dengan tidak adanya pemain 9-10 dipaksakan untuk main akhirnya Persikabo menjadi bulan-bulanan."

Dia menegaskan, tidak adil suatu tim harus absen dengan hampir 10-14 pemain karena kondisi dan situasi, harus melawan tim dengan komposisi pemain lebih lengkap.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2232 seconds (10.55#12.26)