Di Hari Ultah Ke-12 Motion Sport Indonesia, Rizki Curhat Soal Kecintaan pada Olahraga Basket
Jum'at, 11 Februari 2022 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Rizki menuturkan dalam berbisnis industri pakaian olahraga diawali saat ia masih berumur 15 tahun. Sebelumnya ia sangat suka berolahraga dan sudah jatuh cinta pada basket sejak ia masih duduk di sekolah dasar. Bahkan meski ditengah kesibukannya menjalani bisnis apparel sport, Rizki tidak pernah meninggalkan olahraga ciptaan James Naismith tersebut.
Tidak hanya sebatas memainkan, nyatanya ia juga membina dan mendirikan klub basket amatir. Ia pun tercatat sebagai pelatih di klub Beaver Basketball Jakarta menangani tim putra kelompok umur 16-18 tahun.
"Olahraga basket ada tempat khusus di hati saya. Secara langsung etos kerja keras basket mengajarkan ketekunan repitisi dalam mengasah skill individu, kemudian mendidik atllet untuk tidak gampang menyerah dan saat bermain mengajarkan kerja sama tim. Hal inilah yang saya aplikasikan dibisnis. Saya masih ingat saat merintis Motion 12 tahun silam," beber Rizki.
BACA JUGA: Tes Pramusim MotoGP 2022, Menparekraf: Be Faster and Stronger, Stay Safe and Enjoy Mandalika
"Saya masih muda dan menawarkannya door to door. Mungkin karena saya terlihat seperti anak kecil yang masih hijau dalam bisnis apparel sport, awalnya orang tidak mudah percaya. Namun secara perlahan saya membuktikan dan mepraktekkan filosofi “Fearless”, hingga akhirnya nama Motion bisa menjadi pionir produk dalam negeri yang bisa bersaing secara kualitas dan harga di industri olahraga Indonesia. Mimpi saya juga masih besar untuk bisa kelak membawa produk Motion berekspansi hingga ke luar Indonesia," imbuhnya.
Tidak hanya sebatas memainkan, nyatanya ia juga membina dan mendirikan klub basket amatir. Ia pun tercatat sebagai pelatih di klub Beaver Basketball Jakarta menangani tim putra kelompok umur 16-18 tahun.
"Olahraga basket ada tempat khusus di hati saya. Secara langsung etos kerja keras basket mengajarkan ketekunan repitisi dalam mengasah skill individu, kemudian mendidik atllet untuk tidak gampang menyerah dan saat bermain mengajarkan kerja sama tim. Hal inilah yang saya aplikasikan dibisnis. Saya masih ingat saat merintis Motion 12 tahun silam," beber Rizki.
BACA JUGA: Tes Pramusim MotoGP 2022, Menparekraf: Be Faster and Stronger, Stay Safe and Enjoy Mandalika
"Saya masih muda dan menawarkannya door to door. Mungkin karena saya terlihat seperti anak kecil yang masih hijau dalam bisnis apparel sport, awalnya orang tidak mudah percaya. Namun secara perlahan saya membuktikan dan mepraktekkan filosofi “Fearless”, hingga akhirnya nama Motion bisa menjadi pionir produk dalam negeri yang bisa bersaing secara kualitas dan harga di industri olahraga Indonesia. Mimpi saya juga masih besar untuk bisa kelak membawa produk Motion berekspansi hingga ke luar Indonesia," imbuhnya.
Lihat Juga :