Ciptakan Keadilan di Musim 2022, MotoGP Ubah Aturan Red Flag

Rabu, 23 Februari 2022 - 15:32 WIB
loading...
Ciptakan Keadilan di...
MotoGP terus berbenah menyambut musim 2022, dimana fokus utama memberikan keadilan bagi semua pembalap ketika adu cepat di lintasan. Salah satunya mengubah aturan red flag. Foto: Roadracing World
A A A
MADRID - MotoGP terus berbenah menyambut musim 2022, dimana fokus utama memberikan keadilan bagi semua pembalap ketika adu cepat di lintasan. Salah satunya mengubah aturan red flag atau bendera merah.

Baca Juga: Mario Aji Siap Mengaspal di Grand Prix Qatar

Komisi Grand Prix yang terdiri dari Dorna Sports, Federasi Motor Internasional (FIM), International Road Racing Team Association (IRTA) dan Motor Sport Manufacturer Assosciation (MSMA) membuat aturan baru soal red flag. Itu sangat berbeda dari sebelumnya.

Poin penting yang diubah dalam peraturan itu adalah penentuan klasifikasi juara ketika terjadi red flag saat balapan. Sebelumnya penentuan juara diambil setelah semua pembalap melewati garis finis.

Misalnya, ketika balapan memasuki lap ke-20 dari total 21 lap. Tiba-tiba red flag berkibar ketika ada beberapa pembalap yang masih bercokol di lap 19, sementara yang terdepan sudah memasuki lap ke-20.

Penentuan gelar juara akan diklasifikasikan berdasarkan urutan di lap ke-18 saat terakhir kali semua pembalap melewati garis finis, tentu ini menimbulkan perdebatan. Namun, sekarang aturan itu sudah berubah.

"Sebelumnya, jika balapan ditandai dengan bendera merah dan hasil akhir diumumkan, hasilnya diambil dari putaran di mana semua pembalap terakhir kali melewati garis finis,” tulis pernyataan resmi Komisi Grand Prix, dilansir dari Crash.

Sekarang, misal ada empat pembalap A,B,C, dan D secara berurutan sedang berkutat di posisi 1-4. Dan, mereka tengah menjalani lap ke-19 ketika red flag tiba-tiba berkibar, namun posisinya sudah berubah menjadi D,C,B dan A secara berurutan.

Meski sudah berubah, penentuan klasifikasi juara akan ditetapkan berdasarkan terakhir kali keempatnya melewati garis finis, yakni pada lap ke-18. Maka klasifikasi urutan 1-4 adalah pembalap A,B,C, kemudian D.

“Setengah putaran atau lebih di belakang pemimpin balapan, hal ini menyebabkan klasifikasi balapan NANTINYA diambil dari putaran sebelumnya," jelas pernyataan resmi Komisi Grand Prix

"Bahkan, ketika pemimpin balapan dan sebagian besar pembalap telah menyelesaikan putaran berikutnya. Putaran terakhir pemimpin lomba diperdebatkan,” lanjutntya.

Sementara, urutan lima dan seterusnya ditentukan berdasarkan urutan finis di lap ke-17, tidak termasuk pembalap A,B,C dan D. Hal ini juga tertuang dalam pernyataan resmi Komisi Grand Prix.

“Segera berlaku, hasil balapan bendera merah sekarang akan diambil dari terakhir kali pemimpin balapan melintasi garis finis sebelum bendera merah dikibarkan," jelas Komisi Grand Prix lagi.

"Semua pembalap yang melewati garis finis pada putaran yang sama dengan pemimpin balapan sebelum bendera merah bendera akan diklasifikasikan dalam urutan itu, sebagai klasifikasi parsial,” sambungnya.

Aturan ini akan berlaku jika terjadi red flag pada balapan pertama MotoGP 2022 di GP Qatar. Seri pembuka akan digelar di Sirkuit Internasional Losail, pada 6 Maret 2022.

Baca Juga: Bos Dorna Ungkap Kondisi Aspal Sirkuit Mandalika

"Setiap pembalap yang tidak melewati garis finis pada putaran yang sama dengan pemimpinnya sebelum bendera merah dikibarkan akan diklasifikasikan berdasarkan di mana mereka melewati garis finis pada putaran sebelumnya. Dua klasifikasi parsial ini akan digabungkan untuk memberikan hasil akhir balapan,” tutup pernyataan Komisi Grand Prix.

(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
MotoGP Indonesia 2026...
MotoGP Indonesia 2026 Resmi Diluncurkan, Mandalika Siap Sambut Sorotan Dunia
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Grand Prix Ceko 2026, Tayang Live di VISION+
Indonesia Siap Gelar...
Indonesia Siap Gelar MotoGP Mandalika 2026
Sambut Ultah Amerika...
Sambut Ultah Amerika Serikat, Aprilia Meluncurkan X 250TH
Resmi! Kontrak 1 Musim...
Resmi! Kontrak 1 Musim Penuh, Logo FIFASTRA Mejeng di Motor dan Wearpack Pembalap Honda
Special Bola
Pemain Top yang Resmi...
Liga Indonesia
Pemain Top yang Resmi Tinggalkan Persib Bandung pada 2026, Nomor 1 Mantan Pemain PSG
Arkhan Fikri Dipanggil...
Bola Dunia
Arkhan Fikri Dipanggil Timnas Indonesia untuk Persiapan Piala AFF 2026, Ini Respons Arema FC
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Jerman vs Paraguay di 32 Besar Piala Dunia 2026: Die Mannschaft Menggila Lagi?
Rekomendasi
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Percepat Transisi Energi,...
Percepat Transisi Energi, Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Berita Terkini
Sepatu Emas Ronaldo...
Sepatu Emas Ronaldo Gagal Bawa Hoki di Piala Dunia 2026
Komitmen Nol Emisi FIFA...
Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Martinez: Bandingkan...
Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Infografis
Waspada! Bahaya Ponsel...
Waspada! Bahaya Ponsel Meledak karena Panas di Musim Kemarau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved