Kesal Mesin Ducati Jadi Omongan di MotoGP Qatar 2022, Bagnaia: Ini Paket Terbaik!
Sabtu, 05 Maret 2022 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jelang GP Qatar 2022, Marc Marquez: Saya Merasa Melambat
“Kami sebenarnya menggunakan paket (mesin) terbaik dan keputusan dibuat setelah pengujian di Mandalika. Tapi izinkan saya menjelaskan: tidak ada yang berbicara tentang mesin yang dipilih oleh rival kami, tetapi semua orang khawatir tentang apa yang dilakukan Ducati,” kata Bagnaia dilansir dari Motosan, Sabtu (5/3/2022).
Lebih lanjut, pembalap asal Italia itu justru mengaku senang dengan apa yang telah dilakukan Ducati pada mesinnya. Menurutnya, mesin yang digunakan di Ducati Desmosedici musim ini sudah sesuai dengan karakternya di lintasan balap.
“Namun, itu bukan catatan kontroversial. Bolehkah saya menambahkan bahwa saya lebih suka pembaruan ini. Saya pikir ini lebih baik daripada yang di akhir 2021 dan yang terakhir. Ini adalah campuran: bahkan bukan dari tes Jerez, Sepang atau Mandalika. Ini memiliki sedikit segalanya," jelasnya.
“Kami memutuskan untuk menggunakannya bersama, itu bukan hanya keputusan saya. Setelah pengujian di Indonesia, kami melihat potensi dari spesifikasi ini. Itu dipilih karena ini adalah mesin yang paling konsisten dengan saya, jadi rasanya seperti pilihan yang tepat,” pungkasnya.
“Kami sebenarnya menggunakan paket (mesin) terbaik dan keputusan dibuat setelah pengujian di Mandalika. Tapi izinkan saya menjelaskan: tidak ada yang berbicara tentang mesin yang dipilih oleh rival kami, tetapi semua orang khawatir tentang apa yang dilakukan Ducati,” kata Bagnaia dilansir dari Motosan, Sabtu (5/3/2022).
Lebih lanjut, pembalap asal Italia itu justru mengaku senang dengan apa yang telah dilakukan Ducati pada mesinnya. Menurutnya, mesin yang digunakan di Ducati Desmosedici musim ini sudah sesuai dengan karakternya di lintasan balap.
“Namun, itu bukan catatan kontroversial. Bolehkah saya menambahkan bahwa saya lebih suka pembaruan ini. Saya pikir ini lebih baik daripada yang di akhir 2021 dan yang terakhir. Ini adalah campuran: bahkan bukan dari tes Jerez, Sepang atau Mandalika. Ini memiliki sedikit segalanya," jelasnya.
“Kami memutuskan untuk menggunakannya bersama, itu bukan hanya keputusan saya. Setelah pengujian di Indonesia, kami melihat potensi dari spesifikasi ini. Itu dipilih karena ini adalah mesin yang paling konsisten dengan saya, jadi rasanya seperti pilihan yang tepat,” pungkasnya.
(sha)
Lihat Juga :