Javid Basharat, Imigran Afghanistan yang Guncang UFC untuk Hapus Cap Teroris

Sabtu, 12 Maret 2022 - 07:21 WIB
loading...
Javid Basharat, Imigran...
Javid Basharat, Imigran Afghanistan yang Guncang UFC untuk Hapus Cap Teroris/The Sun
A A A
Petarung UFC Javid Basharat terbakar spirit menghapus cap Afghanistan negeri teroris dengan bertarung gagah berani di arena UFC. Petarung UFC asal Afghanistan itu akan membuktikannya saat menjalani debut UFC dalam pertarungan UFC Vegas 50 akhir pekan ini.

Javid Basharat berjanji akan mengibarkan bendera Afghanistan di octagon dengan mengalahkan lawan-lawannya. Sayangnya, Javid Basharat tidak bisa mengibarkan bendera Afghanistan di UFC Vegas 50 tetapi sangat 'terhormat' untuk mewakili tanah airnya. Ini akan menjadi momen pahit bagi Javid Basharat ketika dia membuat debut UFC yang ditunggu-tunggu akhir pekan ini.

Baca Juga: Freddie Roach Beri Penghormatan Hero Tito Petinju Indonesia yang Meninggal Usai Koma

Selama bertahun-tahun, Macan Tutul Salju kelahiran Pakita telah bermimpi dengan bangga mengenakan bendera Afghanistan saat ia berjalan ke segi delapan. Tetapi pengambilalihan tanah airnya oleh Taliban dan perubahan selanjutnya dari bendera negara dari spanduk hitam, merah dan hijau yang bersejarah dan bertingkat telah menghancurkan mimpi-mimpi itu.

"Saya tidak akan berbohong, itu sedikit patah hati (ketika mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak bisa memakai bendera). Karena saya selalu menginginkan jersey itu, Anda tahu. Karena Amir Albazi adalah petarung Irak pertama yang memiliki bendera Irak di logo UFC-nya,''tutur Javid Basharat kepada Sun Sport.

“Mereka tidak membuat salah satu dari itu, dia satu-satunya di planet ini. Sangat jarang memilikinya. Kami memiliki satu [pejuang Afghanistan] di Nasrat Haqparast, yang tampil hebat di UFC. Dia memilikinya dan saya sangat menginginkan milik saya. Itu akan menjadi barang langka dan harus disimpan,''lanjutnya.

Bagi Javid Basharat, bendera Afghanistan sangat berarti dalam kariernya di MMA. Namun, perubahan kekuasaan seiring berkuasanya Taliban di Afghanistan membuatnya harus realistis. "Saya tidak tahu, setiap kali saya memvisualisasikan ini, saya memikirkan ini dan membawa bendera saya. Tapi sayangnya, itu tidak berhasil dan UFC tidak mengakui bendera itu sebagai bendera resmi,''ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Petarung Kelas Berat...
10 Petarung Kelas Berat UFC Terhebat Sepanjang Masa, Francis Ngannou Nomor 1
Peringatan Khabib Terbukti,...
Peringatan Khabib Terbukti, Khamzat Chimaev Kehabisan Napas dan Kehilangan Gelar UFC
Rahasia Kekuatan Khabib...
Rahasia Kekuatan Khabib Nurmagomedov: Latihan Ekstrem Melawan Arus Sungai Dingin
Ricuh UFC 322 Disorot...
Ricuh UFC 322 Disorot Wali Kota New York, Eric Adams Perintahkan Polisi Turun Tangan
Usman Nurmagomedov vs...
Usman Nurmagomedov vs Alfie Davis: Perebutan Gelar Kelas Ringan PFL
Legenda UFC, Wanderlei...
Legenda UFC, Wanderlei Silva, di-KO Pria Bertuksedo hingga Terkapar
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Special Bola
Hasil Semifinal Piala...
Bola Dunia
Hasil Semifinal Piala AFF U-19 2026: Timnas Thailand U-19 Kalahkan Timnas Kamboja U-19 4-0
Hasil Drawing Okezone...
Bola Dunia
Hasil Drawing Okezone National Championship 2026 Regional Jabodetabek: 24 Sekolah Siap Bersaing!
Sumardji Buka Suara...
Bola Dunia
Sumardji Buka Suara soal Provokasi kepada Beckham Putra, Ini Pesannya untuk Suporter
Rekomendasi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Berita Terkini
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Jersey...
Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved