Bela Keluarga Kurang Mampu, Rasford Surati Parlemen Inggris
Selasa, 16 Juni 2020 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Menurut perkiraan Food Foundation, sekitar 5 juta orang keluarga dengan anak-anaknya telah berjuang mendapatkan makanan setiap hari selama krisis Covid-19. Sementara sepertiga anak-anak yang mendapatkan makanan sekolah gratis tidak memiliki pilihan alternatif memadai. (Baca juga: Ryuji Utomo Penasaran Berikan Gelar Liga ke Persija)
Rashford menilai seluruh anak-anak di Inggris sudah sepantasnya mendapatkan kesempatan sama besar mendapatkan kehidupan layak. Semasa kecil, dia juga dibesarkan dari keluarga serbakekurangan. Namun, dia berhasil menjadi pesepak bola di MU dan melakoni debut di tim nasional Inggris pada 27 Mei 2016.
Menurut dia, apa yang didapatkannya merupakan hasil dari kerja keras dan dukungan dari ibu, keluarga, serta komunitas di sekitarnya. Sebagai sebuah keluarga, Rashford mengandalkan sarapan yang diberikan klub, makanan sekolah gratis, dan keramahan hati dari tetangga serta pelatih karena ibunya yang berpenghasilan minimum tidak bisa mencukupi kebutuhan.
Bank makanan dan dapur umum tidak asing baginya. Rashford juga ingat dengan sangat jelas ketiga pergi ke Moor Utara untuk mengumpulkan makan malam Natal setiap tahun. Dia mengingat bagaimana ibunya bekerja penuh waktu untuk mendapatkan upah minimum demi memastikan keluarga selalu makan malam yang enak di atas meja. (Lihat fotonya: Kembali Dibuka, Warga Antusias Berolahraga di RTH Kalijodo)
“Tapi, itu tidak cukup. Baru sekarang saya benar-benar memahami pengorbanan besar yang dilakukan ibu saya dalam mengirim saya pergi untuk hidup di klub di usia 11 tahun. Ini sebuah keputusan yang tidak akan dibuat oleh seorang ibu dengan enteng,” kata Rashford. (Alimansyah)
Rashford menilai seluruh anak-anak di Inggris sudah sepantasnya mendapatkan kesempatan sama besar mendapatkan kehidupan layak. Semasa kecil, dia juga dibesarkan dari keluarga serbakekurangan. Namun, dia berhasil menjadi pesepak bola di MU dan melakoni debut di tim nasional Inggris pada 27 Mei 2016.
Menurut dia, apa yang didapatkannya merupakan hasil dari kerja keras dan dukungan dari ibu, keluarga, serta komunitas di sekitarnya. Sebagai sebuah keluarga, Rashford mengandalkan sarapan yang diberikan klub, makanan sekolah gratis, dan keramahan hati dari tetangga serta pelatih karena ibunya yang berpenghasilan minimum tidak bisa mencukupi kebutuhan.
Bank makanan dan dapur umum tidak asing baginya. Rashford juga ingat dengan sangat jelas ketiga pergi ke Moor Utara untuk mengumpulkan makan malam Natal setiap tahun. Dia mengingat bagaimana ibunya bekerja penuh waktu untuk mendapatkan upah minimum demi memastikan keluarga selalu makan malam yang enak di atas meja. (Lihat fotonya: Kembali Dibuka, Warga Antusias Berolahraga di RTH Kalijodo)
“Tapi, itu tidak cukup. Baru sekarang saya benar-benar memahami pengorbanan besar yang dilakukan ibu saya dalam mengirim saya pergi untuk hidup di klub di usia 11 tahun. Ini sebuah keputusan yang tidak akan dibuat oleh seorang ibu dengan enteng,” kata Rashford. (Alimansyah)
(ysw)
Lihat Juga :