Profil Rudy Hartono: Dari Aspal Jalan Gemblongan, Juara All England 7 Kali Beruntun
Selasa, 15 Maret 2022 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
Pada awalnya Rudy remaja sudah merasa cukup nyaman berlatih di tempat ayahnya, namun kemudian ia pindah ke klub bulu tangkis yang sudah melahirkan bibit-bibit dunia yaitu Klub Elang untuk mengembangkan kembali kemampuan bulu tangkisnya.
Kemudian, beberapa waktu kemudian, dia pindah lagi ke pusat pelatihan Piala Thomas. Hal ini ia lakukan pada tahun 1965 agar bakatnya lebih terasah lagi dan bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk bersaing di tingkat internasional.
Dari bakatnya tersebut membuahkan prestasi yakni ikut meraih gelar juara Piala Thomas tahun 1967, kemudian disusul All England pertamanya yang masih berusia muda yakni 18 tahun. Saat di final ia mengalahkan Tan Aik Huang dari Malaysia dengan skor 15-12 dan 15-9 kemudian berhasil merebut gelar All England sebanyak 8 kali dan itu merupakan rekor yang belum terpecahkan. Karena itu ia disebut sebagai Rudy Hartono dari Wonder Boy.
Namun lagi-lagi pepatah selalu mengatakan "tinggi-tingginya lompat pasti tupai jatuh juga". Ya. .. Hal itu juga pernah dialami oleh The Wonder Boy. Final All England 1973 yang hampir menjadi rekor juara 8 kali berturut-turut sirna di depan mata saat dikalahkan oleh Svend Pri asal Denmark.
Baca Juga: Sejarah All England, Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua di Dunia
Kemudian, beberapa waktu kemudian, dia pindah lagi ke pusat pelatihan Piala Thomas. Hal ini ia lakukan pada tahun 1965 agar bakatnya lebih terasah lagi dan bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk bersaing di tingkat internasional.
Dari bakatnya tersebut membuahkan prestasi yakni ikut meraih gelar juara Piala Thomas tahun 1967, kemudian disusul All England pertamanya yang masih berusia muda yakni 18 tahun. Saat di final ia mengalahkan Tan Aik Huang dari Malaysia dengan skor 15-12 dan 15-9 kemudian berhasil merebut gelar All England sebanyak 8 kali dan itu merupakan rekor yang belum terpecahkan. Karena itu ia disebut sebagai Rudy Hartono dari Wonder Boy.
Namun lagi-lagi pepatah selalu mengatakan "tinggi-tingginya lompat pasti tupai jatuh juga". Ya. .. Hal itu juga pernah dialami oleh The Wonder Boy. Final All England 1973 yang hampir menjadi rekor juara 8 kali berturut-turut sirna di depan mata saat dikalahkan oleh Svend Pri asal Denmark.
Baca Juga: Sejarah All England, Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua di Dunia
Lihat Juga :