Ulang Tahun ke-93: Sejarah dan Kontroversi Perjalanan Persebaya
Kamis, 18 Juni 2020 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Tak sampai di situ, Persebaya juga sempat dihantam dualisme hingga terancam dicoret dari keanggotaan PSSI. Pada 2015, ribuan suporter Persebaya, Bonek, mengambil momentum Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya dengan menggelar aksi menuntut kembalinya hak-hak Persebaya.
Upaya untuk mengembalikan eksistensi Persebaya dilakukan hingga ke pengadilan. Pada 2016, PT Persebaya Indonesia (PI) memenangkan gugatan atas PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) untuk hak paten penggunaan nama dan logo Persebaya. Setahun setelahnya, Kongres PSSI di Bandung mengakui Persebaya namun harus berkompetisi di Liga 2. (Lihat video: 2016, Ribuan Bonek Gelar Aksi Demo di Surabaya )
Pada tahun 2018, Persebaya promosi dan kembali berkiprah di panggung tertinggi sepak bola nasional. Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung finis di posisi runner up klasemen Liga 1 2019 dan masuk daftar tunggu Piala AFC 2020.
Persebaya kini merintis jalan untuk kembali berkibar. Namun, tantangan datang dalam bentuk lain: aktivitas olahraga terhenti di hampir seluruh dunia akibat pandemi virus corona. Namun, sepak bola nasional tetap mengandalkanya mencetak pemain bintang untuk timnas, seperti sosok Andik Vermansah, Hansamu Yama Pranata, Evan Dimas, Rachmad Irianto dan Mochammad Supardi.
Upaya untuk mengembalikan eksistensi Persebaya dilakukan hingga ke pengadilan. Pada 2016, PT Persebaya Indonesia (PI) memenangkan gugatan atas PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) untuk hak paten penggunaan nama dan logo Persebaya. Setahun setelahnya, Kongres PSSI di Bandung mengakui Persebaya namun harus berkompetisi di Liga 2. (Lihat video: 2016, Ribuan Bonek Gelar Aksi Demo di Surabaya )
Pada tahun 2018, Persebaya promosi dan kembali berkiprah di panggung tertinggi sepak bola nasional. Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung finis di posisi runner up klasemen Liga 1 2019 dan masuk daftar tunggu Piala AFC 2020.
Persebaya kini merintis jalan untuk kembali berkibar. Namun, tantangan datang dalam bentuk lain: aktivitas olahraga terhenti di hampir seluruh dunia akibat pandemi virus corona. Namun, sepak bola nasional tetap mengandalkanya mencetak pemain bintang untuk timnas, seperti sosok Andik Vermansah, Hansamu Yama Pranata, Evan Dimas, Rachmad Irianto dan Mochammad Supardi.
(sha)
Lihat Juga :