Kekecewaan Atlet Senam Ritmik Sutjiati Narendra: Diminta Pulang oleh Presiden Malah Putus Asa di Indonesia
Rabu, 20 April 2022 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Sutjiati sempat tampil di PON XX Papua 2020 membawa bendera Lampung. dia menyabet dua medali emas nomor pita dan bola, serta satu perak untuk nomor serba bisa perorangan.
Setelah sukses itu, Sutjiati ingin mengembangkan prestasinya ke tingkat internasional. Namun, apa yang yang dijanjikan bertolak belakang dengan kenyataan. Sutjiati merasa tidak lagi diperhatikan.
Mimpi tampil di SEA Games 2021 di Vietnam pada 12-23 Mei pun musnah. Cabang senam ritmik tak masuk dalam daftar prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan berpotensi meraih medali.
Padahal Sutjiati sudah berlatih keras selepas PON Papua. Tapi, dua bulan jelang SEA Games 2021 digelar, dia diberi tahu tidak diberangkatkan meski pakai biaya pribadi sekalipun.
"Pelatih saya telah melakukan yang terbaik untuk membangun saya sebagai seorang atlet dan memberi saya persiapan yang diperlukan untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional. Namun, dalam proses inilah kami mulai mengalami kesulitan."
"Di Negara Indonesia tercinta ini, kita para atlet tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk bersaing di tingkat internasional dan kemudian tertahan untuk dikirim ke luar negeri karena dikatakan kami belum cukup berprestasi."
Setelah sukses itu, Sutjiati ingin mengembangkan prestasinya ke tingkat internasional. Namun, apa yang yang dijanjikan bertolak belakang dengan kenyataan. Sutjiati merasa tidak lagi diperhatikan.
Mimpi tampil di SEA Games 2021 di Vietnam pada 12-23 Mei pun musnah. Cabang senam ritmik tak masuk dalam daftar prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan berpotensi meraih medali.
Padahal Sutjiati sudah berlatih keras selepas PON Papua. Tapi, dua bulan jelang SEA Games 2021 digelar, dia diberi tahu tidak diberangkatkan meski pakai biaya pribadi sekalipun.
"Pelatih saya telah melakukan yang terbaik untuk membangun saya sebagai seorang atlet dan memberi saya persiapan yang diperlukan untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional. Namun, dalam proses inilah kami mulai mengalami kesulitan."
"Di Negara Indonesia tercinta ini, kita para atlet tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk bersaing di tingkat internasional dan kemudian tertahan untuk dikirim ke luar negeri karena dikatakan kami belum cukup berprestasi."
Lihat Juga :