Profil dan Prestasi Sandy Walsh: Pemain Keturunan yang Cinta Mati Indonesia

Senin, 16 Mei 2022 - 05:31 WIB
loading...
Profil dan Prestasi Sandy Walsh: Pemain Keturunan yang Cinta Mati Indonesia
Sandy Walsh merupakan salah satu pemain keturunan Indonesia yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa / Foto: Instagram Sandy Walsh
A A A
JAKARTA - Halo Indonesia. Itulah ucapan pertama Sandy Walsh saat tiba di Jakarta, Minggu (15/5/2022). Kehadiran bek KV Mechelen di Tanah Air untuk menyelesaikan proses naturalisasi.

"Halo Indonesia, saya Sandy Walsh. Saya senang bisa kembali ke Jakarta, kita garuda!," ucap Sandy Walsh dikutip dari Instagram PSSI.

Saat tiba di Jakarta, Sandy Walsh tidak dalam kondisi bugar. Pasalnya, ia tengah dibalut cedera patah tulang tangan. Akibatnya, salah satu tangannya terpaksa menggunakan arm sling atau penyangga lengan.

BACA JUGA: Hasil Cagliari vs Inter Milan: Martinez Cetak Brace, Nerazzurri Teror AC Milan

Meski berada dalam kondisi yang kurang fit, Sandy Walsh tetap senang lantaran penantiannya untuk pulang ke Tanah Air akhirnya bisa terwujud. Sekarang dia akan menyelesaikan proses naturalisasi sebelum akhirnya mengenakan jersey Timnas Indonesia.

Lantas siapa sebenarnya Sandy Walsh? Pemain yang lahir di Brussels, Belgia, 14 Maret 1995 itu salah satu pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia dari kakeknya.

Pemain berusia 27 tahun itu merupakan salah satu pemain keturunan Indonesia yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa. Di masa muda, Sandy Walsh menghabiskan waktu di tim junior Tempo Overijse dan ERC Hoeilaart sebelum bergabung dengan Anderlecht pada 2003.

BACA JUGA: Hasil dan Klasemen Liga Italia: Duo Milan Menang, Penentuan Juara di Pekan Terakhir

Setelah menghabiskan waktu delapan tahun bersama Anderlecht, Sandy Walsh akhirnya pindah ke Genk pada 2011. Di klub ini dia hanya membutuhkan waktu satu musim saja untuk masuk ke tim senior Genk.

Sandy Walsh lalu menghabiskan karier seniornya bersama Genk selama lima tahun. Setelah itu dia memperkuat Zulte Waregem (2017-2020).
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1853 seconds (11.252#12.26)