alexametrics

Jadi Pemain Termuda di La Liga, Romero Merasa Bangga Sekaligus Kecewa

loading...
Jadi Pemain Termuda di La Liga, Romero Merasa Bangga Sekaligus Kecewa
Luka Romero resmi tercatat sebagai pemain termuda dalam sejarah La Liga setelah diturunkan Real Mallorca saat jumpa Real Madrid di Estadio Alfredo Di Stefano. Foto: reuters
A+ A-
MADRID - Real Mallorca harus menelan kekalahan 0-2 di kandang Real Madrid pada lanjutan La Liga musim 2019/2020. Tapi, bagi Luka Romero pertandingan itu tetap menjadi momen tidak terlupakan karena namanya masuk buku sejarah.

(Baca Juga: Real Madrid Rebut Takhta La Liga Usai Kandaskan Mallorca)

Romero ikut dibawa pelatih Vicente Moreno ke Estadio Alfredo Di Stefano, Kamis (25/6). Hanya saja, dia tidak masuk starting line-up. Tapi, ketika diturunkan pada menit ke-83 menggantikan Iddrisu Baba Mohamed, namanya langsung terkenal.



Dengan dimainkan melawan Madrid, Romero bukan sekedar melakukan debutnya bersama Mallorca. Dia juga resmi menjadi pemain temuda dalam sejarah yang pernah tampil di La liga dengan usia 15 tahun dan 219 hari.

Gelandang serang kelahiran Meksiko berpaspor Argentina itu telah memecahkan rekor Francisco Bao Rodriguez yang telah bertahan selama 81 tahun. Kala itu mendiang Sanson merasakan atmosfir La Liga pada 31 Desember 1939, saat berusia 15 tahun dan 255 hari.

Sayangnya, momen penting Romero harus ternoda kekalahan 0-2 dari Madrid. Tim tamu takluk akibat gol Vinicius Junior (19) dan Sergio Ramos (56). Walau merasa kecewa, remaja berpostur 165 cm itu sangat bangga bisa mencatat sejarah.

(Baca Juga: Real Madrid vs Mallorca, Vinicius Ngaku Mulai Nyetel dengan Hazard)

“Ini momen yang tidak akan terlupakan sepanjang masa. Terima kasih pada semuanya di staf kepelatihan dan Real Mallorca karena memberi saya kesempatan ini. Saya tidak akan melupakan hari ini. Sangat disayangkan harus kalah, tapi kami tetap percaya,” ucapnya, dilansir skysport.

Romero yang sejatinya bisa juga mewakili Spanyol, sudah membela Timnas Argentina U-15 dan dianggap tampil bagus. Mungkin karena itu pula dia diberi kesempatan merasakan La Liga untuk pertama kalinya.

Hal ini diharapkan bisa membantu mewujudkan impiannya, yakni membela Tim Tango. “Seluruh keluarga saya adalah Argentina dan sudah menjadi impian saya untuk mengenakan seragam tim nasional,” ucapnya.

Moreno ikut memberi pernyataan tentang pencapaian talenta mudanya itu. Dia mengaku sempat berbicara dengannya sebelum diturunkan. Yang bisa dilakukannya saat itu adalah mencoba menenangkan Romero yang terlihat sangat gugup.

“Saya terus berusaha agar dia tetap tenang. Saya menempatkan tangan ke dadanya, dan bisa saya rasakan jantungnya berdetak sangat cepat, yang mungkin normal bagi remaja seusianya. Dia layak untuk dimainkan dan itu alasannya dia kami bawa,” ujar Moreno.

“Kami tidak melihat usia. Dia telah berlatih dengan baik dan ini mungkin menjadi jalan terbaik untuk menambah motivasinya. Dia pemain yang luar biasa. Saya yakin dia akan banyak membantu kami dimasa depan,” tandasnya.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak