Orang Tua Hokky Caraka Beberkan Perjuangan Putranya Dipanggil Timnas Indonesia U-19
Rabu, 06 Juli 2022 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Karena melihat bakat anak ketiganya itulah, Budi akhirnya memasukkan Hokky ke Sekolah Sepakbola (SSB) Handayani. Dia terdaftar di SSB itu sejak kelas 3 SD.
Di SSB Handayani itulah kemampuan Hokky mulai diasah. Dia berkali-kali mengikuti pertandingan sepak bola baik yang melibatkan SSB Handayani atau sekolah tempatnya belajar.
Di mata pelatih, Hokky memiliki kemampuan yang cukup bagus. Budi bahkan sering mendapat pesan dari pelatih yang mengatakan jika anaknya memiliki bakat menjadi atlet sepak bola dan perlu untuk lebih diasah lagi.
"Setelah lulus SD kemudian saya daftarkan ke SMP KKO (Khusus Kemampuan Olahraga) Playen,"terangnya.
Di KKO Playen itulah, Budi berharap kemampuan Hokky dapat dikembangkan. Sejak di SMP itu itu pula bakatnya mulai membuat banyak pelatih tertarik.
Hokky sering diikutsertakan dalam berbagai kompetisi untuk mengasah kemampuan serta mentalnya.
Setelah itu, Hokky kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMA KKO Sayegan. Lalu, pada 2020, dia kemudian bergabung dalam Akademi junior milik PS Sleman.
"Tak lama setelah itu dia masuk Akademi, empat bulan kemudian mengikuti seleksi Tim Garuda Select ketiga. Hasilnya, Hokky terpilih sebagai pemain yang akan memperkuat tim Garuda Select untuk menjalani pembinaan," kenang Budi.
Budi menambahkan, sebetulnya tahun 2014 Hokky pernah lolos seleksi Akademi Arema Malang. Namun, karena masih sekolah maka tidak dilanjutkan. Hokky memilih melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kemampuan di DIY saja.
Budi mengklaim awalnya Hokky hanya direkrut untuk tim Junior di PSS Sleman. Lalu, setelah bergabung sekitar 6 bulan, tepatnya Agustus 2021 atau setelah pulang dari Garuda Select dia segera mendapat kontrak profesional dari PSS.
"Hokky kembali terpilih dalam pemain Garuda Select keempat pada bulan Desember 2021 hingga bulan Mei 2022 lalu,"ungkap Budi.
Dalam kesempatan itu, Hokky kembali menjalani karantina untuk menjalani pusat pelatihan. Kemampuannya terus dilatih agar lebih tajam dan berkembang.
Di SSB Handayani itulah kemampuan Hokky mulai diasah. Dia berkali-kali mengikuti pertandingan sepak bola baik yang melibatkan SSB Handayani atau sekolah tempatnya belajar.
Di mata pelatih, Hokky memiliki kemampuan yang cukup bagus. Budi bahkan sering mendapat pesan dari pelatih yang mengatakan jika anaknya memiliki bakat menjadi atlet sepak bola dan perlu untuk lebih diasah lagi.
"Setelah lulus SD kemudian saya daftarkan ke SMP KKO (Khusus Kemampuan Olahraga) Playen,"terangnya.
Di KKO Playen itulah, Budi berharap kemampuan Hokky dapat dikembangkan. Sejak di SMP itu itu pula bakatnya mulai membuat banyak pelatih tertarik.
Hokky sering diikutsertakan dalam berbagai kompetisi untuk mengasah kemampuan serta mentalnya.
Setelah itu, Hokky kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMA KKO Sayegan. Lalu, pada 2020, dia kemudian bergabung dalam Akademi junior milik PS Sleman.
"Tak lama setelah itu dia masuk Akademi, empat bulan kemudian mengikuti seleksi Tim Garuda Select ketiga. Hasilnya, Hokky terpilih sebagai pemain yang akan memperkuat tim Garuda Select untuk menjalani pembinaan," kenang Budi.
Budi menambahkan, sebetulnya tahun 2014 Hokky pernah lolos seleksi Akademi Arema Malang. Namun, karena masih sekolah maka tidak dilanjutkan. Hokky memilih melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kemampuan di DIY saja.
Budi mengklaim awalnya Hokky hanya direkrut untuk tim Junior di PSS Sleman. Lalu, setelah bergabung sekitar 6 bulan, tepatnya Agustus 2021 atau setelah pulang dari Garuda Select dia segera mendapat kontrak profesional dari PSS.
"Hokky kembali terpilih dalam pemain Garuda Select keempat pada bulan Desember 2021 hingga bulan Mei 2022 lalu,"ungkap Budi.
Dalam kesempatan itu, Hokky kembali menjalani karantina untuk menjalani pusat pelatihan. Kemampuannya terus dilatih agar lebih tajam dan berkembang.
Lihat Juga :