4 Perbedaan Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Dengan Era Simon McMenemy
Rabu, 06 Juli 2022 - 12:17 WIB
loading...
A
A
A
Simon tercatat pernah melatih Haywards Health FC, sebuah klub amatir di Inggris setelah lulus kuliah. Lalu dia menjadi asisten pelatih tim amatir Worthing FC di Inggris.
Setelah itu, Simon tiba-tiba langsung menjadi pelatih timnas Filipina di Piala AFF 2010. Kemudian, dia pindah melatih klub Vietnam, Dong Tam Long An. Dia melatih disana selama 2 tahun.
Kemudian Simon berpindah melatih klub Indonesia seperti Mitra Kukar, Pelita Jaya, Bhayangkara FC, hingga melatih timnas Indonesia.
Shin Tae Yong sendiri tercatat pernah melatih Seongnam FC dan mendapat juara Liga Champions Asia 2011. Shin Tae-yong juga pernah menjadi asisten pelatih Brisbane Roar di tauhn 2005-2008.
Kemudian, Shin Tae-yong menjadi asisten pelatih timnas Korea Selatan di tahun 2014. Shin Tae Yong juga menangani timnas Korea Selatan U-23 dan U-20.
Pada 2017, Shin Tae-yong menjadi pelatih timnas senior Korea Selatan di Piala Dunia 2018 di Rusia. Dia mampu mengalahkan timnas Jerman dengan skor 2-0.
2. Usia Pemain Timnas Indonesia
Simon McMenemy dikritik banyak pihak karena memanggil pemain gaek yang sudah menurun performanya untuk timnas Indonesia. Beberapa nama pemain gaek tersebut misal Ricardo Salampessy (35 tahun), Yustinus Pae (35 tahun), Ruben Sanadi (32 tahun), Alberto Goncalves (38 tahun), dan Achmad Jufriyanto (32 tahun).
Nama Yustinus Pae menjadi nama paling mengejutkan. Apalagi ketika Yustinus Pae menjadi starter di laga melawan Malaysia yang sangat jelas speednya kalah jauh dengan winger Malaysia.
Berbeda dengan Simon, Shin Tae-yong bisa dibilang memotong generasi. Banyak pemain yang masih berusia emas tidak dipanggil lagi di timnas Indonesia.
Sebut saja Zulfiandi, M Hargianto, Febri Hariyadi, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, dll. Padahal, nama-nama itu adalah andalan Luis Milla di periode sebelumnya.
Shin Tae-yong lebih memilih pemain muda seperti Asnawi, Egy Maulana, Witan Sulaeman, Rachmat Irianto, Pratama Arhan, Nadeo, Dewangga, Saddil Ramdani, Rizky Ridho, hingga Marselino Ferdinan untuk mengisi timnas senior Indonesia.
Setelah itu, Simon tiba-tiba langsung menjadi pelatih timnas Filipina di Piala AFF 2010. Kemudian, dia pindah melatih klub Vietnam, Dong Tam Long An. Dia melatih disana selama 2 tahun.
Kemudian Simon berpindah melatih klub Indonesia seperti Mitra Kukar, Pelita Jaya, Bhayangkara FC, hingga melatih timnas Indonesia.
Shin Tae Yong sendiri tercatat pernah melatih Seongnam FC dan mendapat juara Liga Champions Asia 2011. Shin Tae-yong juga pernah menjadi asisten pelatih Brisbane Roar di tauhn 2005-2008.
Kemudian, Shin Tae-yong menjadi asisten pelatih timnas Korea Selatan di tahun 2014. Shin Tae Yong juga menangani timnas Korea Selatan U-23 dan U-20.
Pada 2017, Shin Tae-yong menjadi pelatih timnas senior Korea Selatan di Piala Dunia 2018 di Rusia. Dia mampu mengalahkan timnas Jerman dengan skor 2-0.
2. Usia Pemain Timnas Indonesia
Simon McMenemy dikritik banyak pihak karena memanggil pemain gaek yang sudah menurun performanya untuk timnas Indonesia. Beberapa nama pemain gaek tersebut misal Ricardo Salampessy (35 tahun), Yustinus Pae (35 tahun), Ruben Sanadi (32 tahun), Alberto Goncalves (38 tahun), dan Achmad Jufriyanto (32 tahun).
Nama Yustinus Pae menjadi nama paling mengejutkan. Apalagi ketika Yustinus Pae menjadi starter di laga melawan Malaysia yang sangat jelas speednya kalah jauh dengan winger Malaysia.
Berbeda dengan Simon, Shin Tae-yong bisa dibilang memotong generasi. Banyak pemain yang masih berusia emas tidak dipanggil lagi di timnas Indonesia.
Sebut saja Zulfiandi, M Hargianto, Febri Hariyadi, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, dll. Padahal, nama-nama itu adalah andalan Luis Milla di periode sebelumnya.
Shin Tae-yong lebih memilih pemain muda seperti Asnawi, Egy Maulana, Witan Sulaeman, Rachmat Irianto, Pratama Arhan, Nadeo, Dewangga, Saddil Ramdani, Rizky Ridho, hingga Marselino Ferdinan untuk mengisi timnas senior Indonesia.
Lihat Juga :