Pandemi Tak Kunjung Berakhir, Final Piala Fed 2020 Batal
Senin, 29 Juni 2020 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, kondisi dunia yang masih mengalami krisis kesehatan menjadi penyebab tenis beregu tidak mungkin dipertandingkan. Meski demikian, Tarpishchev mengaku tidak bisa memutuskan hal itu dan hanya berharap ITF bisa membuat keputusan yang tepat.
“Adalah wewenang ITF untuk membuat keputusan tentang penyelenggaraan turnamen tenis (Piala Davis dan Piala Fed), tetapi tidak mengatakan apa-apa saat ini. Pendapat pribadi saya adalah turnamen sangat tidak mungkin digelar tahun ini. Tetapi, kita akan melihat bagaimana situasi berkembang karena sulit sekarang untuk memberikan prediksi,” kata Tarpishchev. (Baca juga: Pemkab Bekasi Masih Larang Ojo Tarik Penumpang)
Pada akhir Desember 2019, pejabat China sudah memberi informasi pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang sebelumnya tidak diketahui di Kota Wuhan. Sejak itu, kasus virus korona baru bernama Covid-19 telah dilaporkan mewabah di seluruh dunia, termasuk Rusia.
Pada 11 Maret lalu, WHO menyatakan wabah corona sebagai pandemi. Menurut statistik terbaru, lebih dari 9.542.400 orang terinfeksi di seluruh dunia dan lebih dari 485.200 kematian telah dilaporkan. Selain itu, sejauh ini lebih dari 5.186.600 orang di seluruh dunia telah pulih dari penyakit tersebut. (Lihat videonya: Lima Rumah Warga Terseret Longsor di Palopo)
Sampai saat ini 613.994 kasus virus korona telah dikonfirmasi di Rusia, dengan 375.164 pasien pulih dari penyakit ini. Data terbaru Rusia menunjukkan 8.605 kematian secara nasional. Sebelumnya, Pemerintah Rusia membuat hotline internet untuk menjaga agar masyarakat selalu terbarui tentang situasi virus corona. (Raikhul Amar)
“Adalah wewenang ITF untuk membuat keputusan tentang penyelenggaraan turnamen tenis (Piala Davis dan Piala Fed), tetapi tidak mengatakan apa-apa saat ini. Pendapat pribadi saya adalah turnamen sangat tidak mungkin digelar tahun ini. Tetapi, kita akan melihat bagaimana situasi berkembang karena sulit sekarang untuk memberikan prediksi,” kata Tarpishchev. (Baca juga: Pemkab Bekasi Masih Larang Ojo Tarik Penumpang)
Pada akhir Desember 2019, pejabat China sudah memberi informasi pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang sebelumnya tidak diketahui di Kota Wuhan. Sejak itu, kasus virus korona baru bernama Covid-19 telah dilaporkan mewabah di seluruh dunia, termasuk Rusia.
Pada 11 Maret lalu, WHO menyatakan wabah corona sebagai pandemi. Menurut statistik terbaru, lebih dari 9.542.400 orang terinfeksi di seluruh dunia dan lebih dari 485.200 kematian telah dilaporkan. Selain itu, sejauh ini lebih dari 5.186.600 orang di seluruh dunia telah pulih dari penyakit tersebut. (Lihat videonya: Lima Rumah Warga Terseret Longsor di Palopo)
Sampai saat ini 613.994 kasus virus korona telah dikonfirmasi di Rusia, dengan 375.164 pasien pulih dari penyakit ini. Data terbaru Rusia menunjukkan 8.605 kematian secara nasional. Sebelumnya, Pemerintah Rusia membuat hotline internet untuk menjaga agar masyarakat selalu terbarui tentang situasi virus corona. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :