5 Legenda Timnas Indonesia yang Pernah Main di Luar Negeri, No 3 Sempat Berlatih Bersama Roberto Mancini dan Ruud Gullit
Kamis, 04 Agustus 2022 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Lalu pada 1990, Rochy dipinjamkan ke klub asal Ceko, Dukla Praha pada 1990. Di Dukla Praha, ia hanya tampil delapan kali serta mencetak satu gol.
Rochy pun kembali merumput bersama Arseto Solo hingga 1999. Ia tampil gemilang sebagai seorang striker dengan 177 gol dari 219 penampilan.
Kemudian, Rochy bergabung dengan Persija Jakarta. Di Persija Jakarta, ia tampil apik dengan menjebol gawang lawan 15 kali dari 20 penampilan pada musim 1999-2000. Rochy lalu menjajal kemampuannya di luar negeri.
Ia bergabung dengan Instant Dict FC, Hong Kong pada musim 2000-2001 serta mencetak 12 gol dari 22 penampilan. Rochy juga mampu mengantarkan klub tersebut berada di posisi runner up liga utama Hong Kong serta mendapat FA Cup Hong Kong.
Pada 2003-2004, Rochy direkrut oleh klub asal Hong Kong lainnya, Kitchee SC. Diketahui, selain dua klub asal Hong Kong tersebut, Rochy juga pernah merumput dengan Happy Valley serta South China AA.
Di level tim nasional, ia pernah membawa pulang medali emas untuk Timnas pada SEA Games 1991 di Filipina. Diketahui, Rochy membela Timnas sejak 1991-2004.
Sebelum bergabung dengan Timnas, ia pernah bergabung dengan Arseto Solo, Persija Jakarta, PSM Makassar hingga PSS Sleman pada pengujung kariernya.
Pada musim 2006-2007, ia memutuskan untuk pensiun. Usai pensiun, pada 2020 ia terlihat melatih tim sepak bola wanita, Jakarta 69.
3. Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto lahir di Magelang, 13 Juli 1976. Perjalanan sepak bolanya dimulai di Diklat Salatiga kemudian ke Diklat Ragunan.
Nama Kurniawan dikenal ketika masuk sebagai salah satu pemain Indonesia yang dikirim Italia pada Program Timnas Primavera.
Pada 1994, ia tercatat bergabung di skuad Sampdoria Primavera, Italia. Ia berhasil masuk skuad utama Sampdoria Primavera di bawah arahan Sven Goran Eriksson.
Saat itu, Kurniawan bahkan tampil dengan pemain top dunia, yaitu Roberto Mancini serta Ruud Gullit. Penampilannya yang apik membuat Kurniawan dipinjam oleh tim divisi utama Liga Swiss, FC Luzern pada musim 1994-1995. Di FC Luzern, ia mencetak 3 gol dari 12 penampilan.
Sampdoria sempat memanggil Kurniawan untuk kembali bergabung, namun ia memilih untuk pulang ke Indonesia. Pada 1995, Kurniawan bergabung dengan Pelita Jaya.
Setelah itu, Kurniawan sering bergonta-ganti klub. Ia juga sempat merumput kembali di mancanegara dengan bergabung dalam klub Sarawak FA.
Rochy pun kembali merumput bersama Arseto Solo hingga 1999. Ia tampil gemilang sebagai seorang striker dengan 177 gol dari 219 penampilan.
Kemudian, Rochy bergabung dengan Persija Jakarta. Di Persija Jakarta, ia tampil apik dengan menjebol gawang lawan 15 kali dari 20 penampilan pada musim 1999-2000. Rochy lalu menjajal kemampuannya di luar negeri.
Ia bergabung dengan Instant Dict FC, Hong Kong pada musim 2000-2001 serta mencetak 12 gol dari 22 penampilan. Rochy juga mampu mengantarkan klub tersebut berada di posisi runner up liga utama Hong Kong serta mendapat FA Cup Hong Kong.
Pada 2003-2004, Rochy direkrut oleh klub asal Hong Kong lainnya, Kitchee SC. Diketahui, selain dua klub asal Hong Kong tersebut, Rochy juga pernah merumput dengan Happy Valley serta South China AA.
Di level tim nasional, ia pernah membawa pulang medali emas untuk Timnas pada SEA Games 1991 di Filipina. Diketahui, Rochy membela Timnas sejak 1991-2004.
Sebelum bergabung dengan Timnas, ia pernah bergabung dengan Arseto Solo, Persija Jakarta, PSM Makassar hingga PSS Sleman pada pengujung kariernya.
Pada musim 2006-2007, ia memutuskan untuk pensiun. Usai pensiun, pada 2020 ia terlihat melatih tim sepak bola wanita, Jakarta 69.
3. Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto lahir di Magelang, 13 Juli 1976. Perjalanan sepak bolanya dimulai di Diklat Salatiga kemudian ke Diklat Ragunan.
Nama Kurniawan dikenal ketika masuk sebagai salah satu pemain Indonesia yang dikirim Italia pada Program Timnas Primavera.
Pada 1994, ia tercatat bergabung di skuad Sampdoria Primavera, Italia. Ia berhasil masuk skuad utama Sampdoria Primavera di bawah arahan Sven Goran Eriksson.
Saat itu, Kurniawan bahkan tampil dengan pemain top dunia, yaitu Roberto Mancini serta Ruud Gullit. Penampilannya yang apik membuat Kurniawan dipinjam oleh tim divisi utama Liga Swiss, FC Luzern pada musim 1994-1995. Di FC Luzern, ia mencetak 3 gol dari 12 penampilan.
Sampdoria sempat memanggil Kurniawan untuk kembali bergabung, namun ia memilih untuk pulang ke Indonesia. Pada 1995, Kurniawan bergabung dengan Pelita Jaya.
Setelah itu, Kurniawan sering bergonta-ganti klub. Ia juga sempat merumput kembali di mancanegara dengan bergabung dalam klub Sarawak FA.
Lihat Juga :