Luar Biasa! Tukang Bubur Ayam di Sarinah Rebut 3 Emas ASEAN Para Games 2022
Kamis, 04 Agustus 2022 - 19:39 WIB
loading...
Teruslah bermimpi dan jangan pernah menyerah. Pesan itulah yang disampaikan Kholidin, peraih tiga medali emas cabang olahraga Para Panahan di ASEAN Para Games 2022 / Foto: MPI
A
A
A
SOLO - Teruslah bermimpi dan jangan pernah menyerah. Pesan itulah yang disampaikan Kholidin, peraih tiga medali emas cabang olahraga Para Panahan di ASEAN Para Games 2022 .
Kholidin adalah tukang bubur ayam. Lokasi dagangannya terletak di dekat halte Trans Jakarta Sarinah. Kholidin sejatinya terlahir normal dan sudah menggeluti dunia panahan sejak 2016.
Namun pada 2017 dia mengalami musibah yang mengakibatkan tangan kanannya harus diamputasi. "Dulu waktu 2016 itu memang sudah latihan panahan. Tapi dalam kondisi normal. Jadi ini ada insiden 2017, naik pohon kelapa jatuh akhirnya harus dioperasi dan masih biasa. Dua hari boleh pulang. seminggu kontrol ada infeksi harus amputasi. Di situ saya adaptasi lagi sampe seminggu bisa jalan baru belajar panahan lagi," kata Kholidin kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia, Kamis (4/8/2022).
BACA JUGA: Romantisme Pasangan Suami-Istri Pendulang Medali Emas ASEAN Para Games 2022
Kendati begitu, Kholidin tak patah semangat. Meski memiliki keterbatasan, dia tetap menggeluti olahraga panahan. Dirinya ingin membuktikan kalau dengan kondisi terbatas, namun bisa tetap mengukir prestasi seperti manusia yang punya kondisi fisik lengkap.
"Saya punya prinsip, pas saya terjatuh sudah ikhlas karena Allah. Apa pun yang terjadi karena takdir Allah. Saya yakin apa pun itu tinggal bangkit saja. Saya tidak mau dalam kondisi seperti ini terjatuh dan akhirnya down tidak ngapa-ngapain terus terpuruk, saya enggak mau. Harus bangkit melampaui yang normal. Untuk motivasi teman-teman semua."
Lebih jauh, Kholidin pun bercerita soal caranya menembak busur panahan dengan menggunakan gigi. Dia mengaku untuk bisa terbiasa dengan itu, butuh perjuangan besar.
Kholidin adalah tukang bubur ayam. Lokasi dagangannya terletak di dekat halte Trans Jakarta Sarinah. Kholidin sejatinya terlahir normal dan sudah menggeluti dunia panahan sejak 2016.
Namun pada 2017 dia mengalami musibah yang mengakibatkan tangan kanannya harus diamputasi. "Dulu waktu 2016 itu memang sudah latihan panahan. Tapi dalam kondisi normal. Jadi ini ada insiden 2017, naik pohon kelapa jatuh akhirnya harus dioperasi dan masih biasa. Dua hari boleh pulang. seminggu kontrol ada infeksi harus amputasi. Di situ saya adaptasi lagi sampe seminggu bisa jalan baru belajar panahan lagi," kata Kholidin kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia, Kamis (4/8/2022).
BACA JUGA: Romantisme Pasangan Suami-Istri Pendulang Medali Emas ASEAN Para Games 2022
Kendati begitu, Kholidin tak patah semangat. Meski memiliki keterbatasan, dia tetap menggeluti olahraga panahan. Dirinya ingin membuktikan kalau dengan kondisi terbatas, namun bisa tetap mengukir prestasi seperti manusia yang punya kondisi fisik lengkap.
"Saya punya prinsip, pas saya terjatuh sudah ikhlas karena Allah. Apa pun yang terjadi karena takdir Allah. Saya yakin apa pun itu tinggal bangkit saja. Saya tidak mau dalam kondisi seperti ini terjatuh dan akhirnya down tidak ngapa-ngapain terus terpuruk, saya enggak mau. Harus bangkit melampaui yang normal. Untuk motivasi teman-teman semua."
Lebih jauh, Kholidin pun bercerita soal caranya menembak busur panahan dengan menggunakan gigi. Dia mengaku untuk bisa terbiasa dengan itu, butuh perjuangan besar.
Lihat Juga :