Toto Wolff: Tim Mercedes Belajar dari Keterpurukan Manchester United
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Kejayaan yang dibangun Sir Alex Ferguson sebanding dengan kesuksesan Mercedes di bawah pimpinan Toto Wolff yang berhasil memenangi tujuh gelar juara dunia F1. Gelar tersebut diraih Toto Wolf berturut-turut pada 2014-2020 atau sebelum dipatahkan oleh Max Verstappen dari Red Bull yang mengakhiri rekor itu pada 2021.
Dalam sebuah wawancara, Toto Wolff bercerita tentang bagaimana dia mempelajari kegagalan Manchester United. "Saya mempelajari mengapa tim-tim hebat (seperti Manchester United) tidak (selalu) dapat mengulangi gelar yang hebat (lagi)," kata Toto Wolff, pria berusia 50 tahun itu kepada TalkSPORT, dilansir dari Formula1news, Kamis (18/8/2022).
BACA JUGA: Kaki Bengkak, Aleix Espargaro Paksakan Tampil di MotoGP Austria 2022
Merujuk dari pengalaman Manchester United, Toto Wolff menyimpulkan bahwa sulit untuk memasuki setiap musim dengan juara, setelah mendominasi begitu lama dengan ambisi dan keinginan yang sama. Sementara itu, juara delapan kali itu terus-menerus berjuang meski itu tidak mudah.
"Tidak ada tim olahraga dalam olahraga apa pun yang pernah memenangkan delapan gelar Kejuaraan Dunia berturut-turut dan ada banyak alasan untuk itu, dan yang pada intinya adalah manusia. (Tapi) manusia menjadi terlena. Anda tidak berenergi dengan cara yang sama seperti sebelumnya, Anda mungkin tidak (lagi) ambisius," imbuh Toto Wolff.
Dalam sebuah wawancara, Toto Wolff bercerita tentang bagaimana dia mempelajari kegagalan Manchester United. "Saya mempelajari mengapa tim-tim hebat (seperti Manchester United) tidak (selalu) dapat mengulangi gelar yang hebat (lagi)," kata Toto Wolff, pria berusia 50 tahun itu kepada TalkSPORT, dilansir dari Formula1news, Kamis (18/8/2022).
BACA JUGA: Kaki Bengkak, Aleix Espargaro Paksakan Tampil di MotoGP Austria 2022
Merujuk dari pengalaman Manchester United, Toto Wolff menyimpulkan bahwa sulit untuk memasuki setiap musim dengan juara, setelah mendominasi begitu lama dengan ambisi dan keinginan yang sama. Sementara itu, juara delapan kali itu terus-menerus berjuang meski itu tidak mudah.
"Tidak ada tim olahraga dalam olahraga apa pun yang pernah memenangkan delapan gelar Kejuaraan Dunia berturut-turut dan ada banyak alasan untuk itu, dan yang pada intinya adalah manusia. (Tapi) manusia menjadi terlena. Anda tidak berenergi dengan cara yang sama seperti sebelumnya, Anda mungkin tidak (lagi) ambisius," imbuh Toto Wolff.
Lihat Juga :